Kampung Koi, Magnet Wisata di Kawasan Bandung Selatan

Kampung Koi di Bandung Selatan, Jawa Barat. (Foto Sariagri/Yani)

Editor: M Kautsar - Rabu, 8 Desember 2021 | 10:30 WIB

Sariagri - Terletak di Desa Sukaresmi Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung, Kampung Koi menjadi salah satu kawasan pemberdayaan ikan koi yang memiliki daya tarik tersendiri. Di kampung ini, warga masyarakatnya bahu membahu mengembangkan kawasan yang mereka tinggali menjadi sebuah kampung dengan ciri khas sendiri yakni pembudidayaan koi.

Koi dipilih karena merupakan salah satu jenis ikan hias yang banyak digemari oleh masyarakat serta memiliki nilai ekonomi yang cukup baik. Dengan budi daya dan penataan kawasan yang menarik, kawasan ini pun menjadi salah satu destinasi wisata di Bandung Selatan.

Pada Senin (6/12) Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Jawa Barat (Jabar) Atalia Praratya Ridwan Kamil berkesempatan mengunjungi Kampung Koi di Desa Sukaresmi, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. 

Kunjungan tersebut merupakan rangkaian rechecking Kesatuan Gerak PKK Bangga Kencana Kesehatan Provinsi Jabar Tahun 2021. Tujuannya, untuk memastikan program pengendalian penduduk, keluarga berencana juga Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menyasar ke tingkat desa.

Atalia menilai, pemberdayaan ikan koi yang tengah digemari masyarakat luas menjadi daya tarik dari Desa Sukaresmi di Kecamatan Rancabali. Hal tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan warga setempat. 

“Jadi ada yang menarik di kampung ini, namanya kampung koi. Jadi masyarakat membudidayakan ikan koi yang sedang hit. Dan di tempat ini juga tidak hanya pembudidayaan dari pada ikannya, mereka juga memberikan edukasi mengenai pangan yang bergizi. Termasuk juga, di tempat ini, saya melihat kolaborasi yang menghadirkan kampung wisata,” kata Atalia.

Atalia pun meminta 27 kabupaten/kota di Jabar untuk menjadikan Desa Sukaresmi percontohan dalam menyejahterakan masyarakat melalui pemanfaatan lingkungan alam. “Saya berharap ini bisa menjadi percontohan di kabupaten/kota lain,” ucapnya. 

Saat mengelilingi Desa Sukaresmi, Atalia melihat kekompakan dari berbagai stakeholders, mulai dari kepala desa, karang taruna, camat, sampai bupati. Mereka bahu-membahu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Baca Juga: Kampung Koi, Magnet Wisata di Kawasan Bandung Selatan
Jual Motor Laku Rp6 Juta, Pria Ini Budidaya Koi Bisa Kantongi Rp800 Juta

"Saya melihat bagaimana upaya yang dilakukan secara menyeluruh oleh stakeholders pemerintah kabupaten dan pemerintah setempat dan sampai ke desa, dan warga masyarakat. Saya melihat juga karang taruna bekerja sama, berkolaborasi untuk menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat. Kita perlu sebuah wajah di kabupaten/kota di Jabar yang mampu menggerakkan pemberdayaan masyarakat oleh penguatan kolaborasi masyarakat tersebut,” imbuhnya. 

Atalia berpesan kepada masyarakat agar pemberdayaan yang sudah ada bisa terus berjalan. “Jadi mudah-mudahan kegiatan ini tentu saja tidak bisa dilakukan dalam hal kaitannya dengan lomba, tapi bisa terus-menerus secara sustainable dilakukan oleh masyarakat sekitar,” ucapnya.

Video Terkait