Mengenal Ikan Layang-Layang, Ikan Hias Karnivora yang Cantik Jelita

Ilustrasi - Ikan layang-layang. (Unsplash)

Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 7 Desember 2021 | 08:00 WIB

Sariagri - Ikan layang-layang atau populer dikenal dengan nama ikan manfish, merupakan salah satu jenis ikan hias akuarium air tawar. Sesuai dengan namanya, bentuk tubuh ikan ini memang unik menyerupai layang-layang. Selain dua nama itu, nama lain ikan ini adalah angelfish.

Di Indonesia, ikan dengan nama latin Pterophyllum Scalare ini masuk dalam jajaran ikan hias tropis yang populer dan banyak digemari. Selain bentuknya unik dan cantik, varian warna ikan ini sangat indah dipandang. Semakin cantik dan unik perpaduan warnanya, harga ikan hias ini semakin tinggi.

Berikut enam fakta dari ikan layang-layang dirangkum dari berbagai sumber:

1. Termasuk ikan hias yang sangat besar

Secara fisik, ikan layang-layang memiliki tubuh lebar dan pipih. Sirip perut dan punggungnya membentang lebar ke arah ekor menyerupai busur panah. Ikan ini memiliki dua sirip kecil dan panjang yang melengkung ke ekor.

Ukuran panjangnya bisa mencapai 15 cm hingga 20 cm atau masuk kategori besar untuk kategori ikan hias. Sifat dasar ikan ini sangat tenang dan tidak menyerang ikan lain.

2. Berasal dari Sungai Amazon

Ikan layang-layang berasal dari Sungai Amazon, Columbia dan Peru. Namun kini ikan hias ini sudah banyak dibudidayakan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Budidaya ikan angelfish sudah dilakukan Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi dan masyarakat di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.

3. Merupakan ikan karnivora

Ikan layang-layang termasuk jenis ikan karnivora, selama bisa masuk ke rongga mulutnya. Ikan ini dapat makan apa saja yang diberikan, baik itu makanan hidup ataupun pelet.

Makanan hidup yang bisa diberikan dan baik untuk membantu pertumbuhan ikan layang-layang, diantaranya cacing darah, cacing tubifex, cacing kaca, dan udang air asin. Namun perlu diingat jika ingin membudidaya ikan ini, pemberian pakan harus dilakukan dengan tepat untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan kesehatan ikan.

4. Cukup sulit dipelihara

Meski sudah banyak yang membudidayakan, namun ikan layang-layang termasuk ikan yang cukup sulit untuk dipelihara. Ikan ini mudah sekali terkena LCK, penyakit yang disebabkan parasit.
Penyakit ini dapat menyerang dengan cepat dari satu ikan ke ikan lain di satu tempat. Parasit ini dapat muncul ketika air di akuarium dalam keadaan kotor, dihuni terlalu banyak ikan, serta pola makan ikan yang tidak sehat.

5. Membutuhkan spesifikasi akuarium tertentu

Memelihara ikan layang-layang tergolong cukup sulit. Karena itu kondisi akuarium akan sangat mempengaruhi kesehatan dan pertumbuhan ikan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, dalam menyiapkan akuarium untuk ikan layang-layang.

Baca Juga: Mengenal Ikan Layang-Layang, Ikan Hias Karnivora yang Cantik Jelita
Omzet Peternak Ikan Cupang di Kediri Naik 300 Persen Selama Pandemi

Ukuran akuarium harus disesuaikan dengan jumlah ikan yang dipelihara. Akuarium harus memiliki sistem filtrasi yang baik dan tidak menciptakan arus berlebihan. Kondisi air harus selalu baik untuk mengurangi stres pada ikan. Kondisi air yang baik dengan suhu antara 23⁰C - 25⁰C dan kadar keasaman air atau pH-nya pada titik ideal, 6,5 hingga 6,9.

6. Sulit dibedakan jantan dan betina

Jenis kelamin ikan ini sangat sulit dibedakan. Ikan jantan dan betina sama-sama memiliki organ yang disebut papilla yang terletak antara sirip ventral dan anus. Satu-satunya cara untuk membedakan jenis kelamin dari ikan layang-layang adalah ketika waktu kawin tiba dan ikan betina siap untuk dibuahi.

Video terkait:

Video Terkait