Permintaan Rumput Laut Tinggi, Menteri Trenggono Minta Produktivitas Ditingkatkan

Menteri Trenggono ke pengolahan rumput laut. (Dok.KKP)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 1 Desember 2021 | 11:15 WIB

Sariagri - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus menggenjot produktivitas rumput laut di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk pasar domestik maupun ekspor, dengan aktif memberikan pendampingan dan penyuluhan kepada masyarakat terkait produksi menggunakan sistem kultur jaringan.

"Pemerintah akan bantu dari sisi (cara) produksi rumput lautnya," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono saat mengunjungi salah satu unit pengolahan rumput laut di Kupang, Selasa (30/11/2021).

Dalam kunjungan tersebut, pelaku usaha mengeluhkan tentang terbatasnya bahan baku yang dapat diperoleh, sementara permintaan dari luar negeri cukup besar. Menteri Trenggono menyakini bahwa meningkatnya produktivitas rumput laut dapat berdampak pada peningkatan kesejahteraan pembudidaya komoditas ini.

"Masyarakat harus dilibatkan, jika membeli produk basah dari masyarakat, hasilnya akan langsung dirasakan. Masyarakat sekitar jadi sejahtera dan maju. Tidak perlu kirim jauh dari luar juga," jelasnya.

Baca Juga: Permintaan Rumput Laut Tinggi, Menteri Trenggono Minta Produktivitas Ditingkatkan
Rumput Laut Berlimpah, Pemanfaatan Limbahnya Menjadi Tantangan

Trenggono menambahkan bahwa pelaku usaha perlu turut memberikan bimbingan ke pembudidaya agar kualitas rumput laut yang dihasilkan lebih tinggi. Serta pelaku usaha tidak keberatan membeli rumput laut basah dari para pembudidaya untuk membantu peningkatan ekonomi masyarakat.

Untuk diketahui, rumput laut merupakan komoditas budidaya yang akan digenjot produktivitasnya karena termasuk dalam program terobosan KKP periode 2021-2024, bersama dengan udang, lobster dan kepiting. Rumput laut selama ini juga termasuk komoditas unggulan ekspor, di mana sepanjang Januari hingga September 2021, nilai ekspornya mencapai USD236 juta.

Video Terkait