Kenapa Ikan Hiu Tidak Boleh Dimakan?

Ilustrasi Ikan Hiu di Lautan. (Ist)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 24 November 2021 | 14:20 WIB

Sariagri - Mendengar nama ikan hiu mungkin akan membuat bulu kuduk berdiri. Bagaimana tidak, kerapkali kita mendengar kasus kematian manusia di laut yang melibatkan ikan hiu di dalamnya.

Meski menyeramkan, binatang yang menempati posisi tertinggi dalam rantai makanan itu juga bernasib malang. Kerapkali ia menjadi mangsa buruan manusia.

Hiu yang menjadi korban buruan, nantinya akan dijual dan dikonsumsi oleh masyarakat. Harga daging hiu pun terbilang lumayan.

Meski demikian, perburuan hiu sebenarnya telah dilarang. Salah satu alasannya adalah dapat merusak ekosistem mengingat posisinya dalam rantai makanan.

Kenapa Ikan Hiu tidak boleh dimakan?

Dilansir dari berbagai sumber, memakan daging hiu sama saja dengan memasukkan racun ke tubuh. Sebagai predator yang menempati posisi tertinggi dalam rantai makanan, hiu dapat mendeteksi ikan yang sakit dan memangsanya.

Selain itu, ketika hiu punah makan rantai makanan akan terganggu. Tidak hanya hiu, ikan-ikan kecil juga akan punah. Berdasarkan keterangan dari situs sharksider.com, hiu yang merupakan predator puncak mengakumulasi bahan kimia beracun dan logam berat tingkat tinggi dari penyerapan kulit dan dari memakan mangsanya.

Bahan kimia dan logam yang berbahaya akan mencapai tingkat racun. Hiu memiliki kadar urea yang tinggi karena bersifat karnivora. Jika tubuh manusia memiliki terlalu banyak urea dapat menyebabkan kerusakan ginjal yang parah dan bahkan menyebabkan gagal ginjal.

Makan daging hiu, terutama daging hiu yang telah difermentasi dengan urea, seperti hidangan Islandia yang terkenal “Harkal”, bisa sangat merusak kesehatan manusia. Pada studi tahun 2014 di Southern Cross University, Australia, sejumah spesies hiu seperti Sandbar, Dusky, Great White, Whale, Dwarf Pygmy dan Hammerhead Sharks memiliki kadar arsenik melampaui batas standar konsumsi yang dapat diterima.

Arsenik dapat merusak paru-paru, kulit, ginjal dan hati serta menyebabkan serangan jantung, stroke, kanker dan kematian. Selain itu, hiu mengandung merkuri yang tinggi. Merkuri merupakan produk pencemar industri alam air dan mudah diserap ke dalam tubuh biota laut. Kadar merkuri hiu adalah dua tertinggi di antara ikan lainnya.

Baca Juga: Kenapa Ikan Hiu Tidak Boleh Dimakan?
Gawat! Stok Ikan Laut Dunia Kritis Akibat Overfishing

Pada manusia, paparan merkuri dapat menyebabkan sakit kepala, tremor dan disfungsi kognitif. Selain itu konsumsi merkuri juga sangat berbahaya untuk perempuan hamil dan otak janin. Hiu juga mengandung timbal.

Hal itu ditemukan pada studi tahun 2013 yang diterbitkan oleh kelompok riset Ilmu Konservasi Tropis. Para peneliti menemukan semakin besar hiu, semakin besar kandungan timbal di tubuh mereka. Timbal sangat beracun untuk manusia karena dapat menyebabkan penyakit seperti sakit perut dan kepala, kejang, koma, dan kematian.

Video Terkait