Mengenal Udang Ronggeng dari Manfaat hingga Cara Budi Daya Lengkap

Udang ronggeng. (Istimewa)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 11 November 2021 | 18:15 WIB

Sariagri - Sebagian orang mungkin belum mengetahui komoditas perikanan yang satu ini yaitu udang ronggeng. Udang ini memiliki ukuran 10 kali lipat lebih besar dari udang pada umumnya, serta bentuk fisiknya hampir menyerupai lipan.

Udang dengan nama latin Lysiosquilla maculata ini memiliki ciri-ciri fisik di antaranya pada bagian terdapat sungut dengan kumis panjang dan dilengkapi kaki-kaki yang tebal serta berduri halus. Udang ronggeng juga patut diperhitungkan karena harga jualnya yang cukup menggiurkan.

Selain menyerupai lipan, udang ronggeng juga kerap disebut mantis karena bentuk tubuhnya yang juga mirip belalang sembah. Habitat hidup udang ini berada di karang-karang laut, terumbu karang, batuan granit, atau vulkanis.

Sama seperti jenis crustacea lainnya, udang ronggeng adalah binatang nokturnal di mana dia aktif pada malam hari untuk mencari makan dan terdapat berbagai jenis yang membenamkan diri dalam pasir atau lumpur.

Apakah udang Ronggeng bisa dimakan?

Udang ronggeng ini bisa dimakan, ia memiliki nilai yang cukup tinggi yaitu mengandung omega-3, vitamin B12, dan niacin. Selain itu juga dilengkapi dengan asam amino yang tinggi seperti asam glutamat, asam aspartat, arginin, lisin, leusin, lisinin dan lain sebagainya.

Udang ini tergolong komoditas cukup penting untuk dibudidayakan, karena udang ronggeng memiliki harga jual yang relatif mahal. Ia juga berpotensi sebagai pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat dengan cara diolah menjadi berbagai bahan masakan lezat dan gurih.

Dilansir dari berbagai situs belanja daring, satu ekor udang ronggeng dengan ukuran 25-30 cm saat ini dibanderol Rp30 ribu. Sementara untuk berat 1.000 gram per ekor di hargai Rp100 ribu-Rp150 ribu.

Udang ronggeng kerap dijadikan kudapan yang lezat oleh masyarakat, bahkan di tanah Jambi ia menjadi panganan khas. Namun karena harganya yang tinggi dan keseterdiaan yang terbatas udang seperti lipan jarang ditemukan di rumah warga dan biasanya tersaji pada perayaan hari besar keagamaan ataupun upacara adat.

Olahan udang ronggeng beraneka ragam mulai dari digoreng, dibakar, hingga dimasak sambal asam pedas. Meskipun memiliki rasa yang lezat dan kandungan yang baik untuk kesehatan perlu diperhatikan pula dalam mengonsumsi udang.

Bolehkah makan udang setiap hari? 

Jika mengonsumsi udang terlalu sering dan dalam jumlah banyak, dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, misalnya kenaikan kadar kolesterol di dalam darah. Seporsi kecil udang, sekitar 3,5 ons mengandung sekitar 200 mg kolesterol untuk tubuh dalam sekali makan. Jumlah tersebut sudah melewati batas asupan kolesterol yang dibutuhkan tubuh dalam sehari.

Kadar kolesterol yang tinggi dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan stroke. Karena tiu harus menghindari makan udang secara berlebihan.
 
Budi Daya Udang Ronggeng


Sebelum melakukan budi daya udang ronggeng lakukan persiapan terlebih dahulu seperti penyediaan alat dan bahan seperti berikut:

- Hal pertama yang harus diperhatikan yaitu pemilihan lokasi, untuk pemilihan lokasi harus tahu karakteristik udang ronggeng.
- Udang ronggeng hidup di perairan karang tentunya di kawasan laut yang tidak cukup dalam.
- Seperti udang pada umumnya, udang ronggeng merupakan salah satu jenis hewan nocturnal dimana ia akan lebih aktif mencari makan saat malam.
- Tidak hanya berkarang, lokasi yang harus anda pilih juga harus sedikit berlumpur namun memiliki air yang bersih.
- Jangan lupa untuk melihat kondisi lokasi, jauhi lokasi yang terlalu ramai dan dekat dengan pelabuhan.
- Lanjutkan proses pembuatan media budidaya, media budidaya yang digunakan yaitu jaring.
- Jaring sangat cocok digunakan sebagai media budi daya karena dapat mengurangi tingkat kematian pada udang ronggeng.
- Dengan menggunakan jaring maka hasil panen dapat melimpah dengan menekan angka kematian pada udang.

Bibit Udang Ronggeng

Setelah menyiapkan media budi daya udang ronggeng perlu menyiapkan bibitnya. Berbeda dengan jenis udang lainnya, ada 2 cara yang bisa dilakukan dalam mendapatkan bibit udang ronggeng unggulan:


- Sediakan bibit khusus yang siap budi daya.
- Harus memastikan bahwa bibit udang ronggeng merupakan bibit yang dihasilkan dari indukan udang ronggeng unggulan sehingga bibit akan terjamin kualitasnya.
- Untuk bibit sebenarnya cukup mudah jika menemukan tempat penjualan bibit udang ronggeng siap budidaya.
- Selain membeli, kamu juga bisa mencarinya sendiri di laut, namun ini tentunya tidak sepraktis jika membeli.
- Adapun ciri dari bibit udang ronggeng unggulan yaitu bibit udang memiliki ukuran sekitar 10 hingga 12 cm.
- Bibit tidak terkena hama ataupun penyakit, perhatikan juga sirip dan kulit pada bibit udang ronggeng.
- Pilihlah bibit yang tidak cacat serta bergerak aktif jika disentuh.
- Tebarlah bibit pada jaring, perlu diketahui untuk jumlah bibit yang anda tebar jangan terlalu banyak.
- Usahakan kapasitas jaring dan banyaknya bibit relevan untuk mencegah angka kematian pada udang ronggeng.

Perawatan Udang Ronggeng

- Setiap hari pastikan memeriksa media budidaya, mulai dari jaring, pelampung dan pembatas dengan baik.
- Jauhkan pula dari jangkauan hewan predator dan kepiting untuk menjaga agar udang ronggeng tidak berkurang jumlahnya.
- Udang ronggeng memiliki sifat kanibal, maka dari itu harus rutin dan jangan sampai telat memberi makan.
- Jika udang ronggeng telat diberi makan maka mereka akan saling menyerang satu sama lain.
- Untuk jenis makanan yang bisa diberikan yaitu berupa ikan rucah.
- Ikan rucah dicincang kasar dan ditebarka ke dalam jaring setiap pagi dan sore.

Untuk mengatasi hama dan penyakit, perlu melakukan pengobatan terhadap udang dengan memisahkan udang yang sakit dan memberinya perawatan khusus.

Baca Juga: Mengenal Udang Ronggeng dari Manfaat hingga Cara Budi Daya Lengkap
Budi Daya Udang Vaname Mampu Atasi Kemiskinan Ekstrem di Daerah Ini

Panen Udang Ronggeng

Setelah melakukan perawatan dengan baik, kemungkinan besar sudah dapat memanen udang ronggeng. Dalam cara budi daya berbeda dengan cara membuat perangkap lalat buah dari botol bekas, ada cara yang tepat agar udang selalu segar jika dijual :

- Untuk memanennya sangatlah mudah, kamu hanya perlu mengangkat jaring sedikit.
- Masukkan udang ronggeng yang anda panen dalam ember terlebih dahulu dan sortir sesuai dengan ukuran serta berat.
- Siapkan es batu yang sudah dihancurkan dan masukkan ke dalam kotak sterofoam terlebih dahulu.
- Setelah disortir masukkan udang ke dalam air yang diberi es batu dan sedikit garam selama 10 menit.
- Setelah udang tidak bergerak, masukkan ke dalam kotak sterofoam yang sudah diisi es dan timbun udang dengan es batu yang sudah dihancurkan lalu tutup kotaknya.
- Cara tersebut sangat ampuh bagi anda yang menjualnya hingga ke luar kota.

Video Terkait