Balai Bio Industri Laut Dorong Konservasi Satwa Langka

Kepala Balai Bio Industri Laut (BBIL) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Ratih Pangestuti (kanan). (Antara/Martha Herlinawati Simanjuntak).

Editor: Arif Sodhiq - Rabu, 3 November 2021 | 21:15 WIB

Sariagri - Balai Bio Industri Laut (BBIL) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong konservasi satwa langka di Indonesia. Salah satunya adalah spesies karang langka.

"Dari sisi konservasi kami juga berusaha meningkatkan status dari satwa langka yang ada di Indonesia ini agar tidak mengalami kepunahan contohnya spesies karang langka," ujar Kepala BBIL BRIN Ratih Pangestuti, Rabu (3/11/2021).

BBIL telah mengembangkan teknologi budidaya teripang pasir dan terumbu karang kategori CITES (Konvensi Perdagangan Internasional Flora Fauna Langka).

BRIN melakukan kegiatan pelepasliaran terumbu karang kategori CITES dan anakan teripang pasir, biota hasil budidaya BBIL. Pelepasliaran itu dilakukan secara simbolis oleh Kepala BRIN Laksana Tri Handoko.

Pada kegiatan itu, terdapat tiga spesies terumbu karang kategori CITES yang dilepasliarkan yaitu Acropora granulosa, Porites cylindrica dan Pocilopora verucossa, dan satu spesies teripang bernilai ekonomis penting, Holothuria scabra.

Baca Juga: Balai Bio Industri Laut Dorong Konservasi Satwa Langka
Serap Rantai Karbon di Laut, Terumbu Karang Spesies Penting Atasi Pemanasan Global

Dengan adanya kegiatan itu, diharapkan dapat menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem terumbu karang dan teripang pasir di perairan Indonesia.

BBIL juga fokus mengembangkan rumput laut yang belum banyak dieksploitasi (under exploited).

Selama ini, rumput laut Eucheuma paling banyak dikembangkan. Karena itu, BBIL mengembangkan spesies berbeda, yaitu selada laut.

Video terkait:

Video Terkait