Jadi Kampung Budidaya Ikan Mas, Pasaman Dapat Omzet Capai Rp1 Triliun

Kampung Budidaya Perikanan Pesaman Sumatra Barat. (Foto: Istimewa)

Editor: M Kautsar - Kamis, 28 Oktober 2021 | 14:30 WIB

Sariagri - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menetapkan Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatra Barat menjadi salah satu lokasi Kampung Perikanan Budidaya Ikan Mas, bersama dengan lima lokasi Kampung Perikanan Budidaya lainnya yang membudidayakan beragam komoditas.

“Adanya kampung perikanan budi daya yang sudah kami tetapkan, diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi terutama perikanan budi daya. Guna mewujudkan sektor perikanan sebagai penopang ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 baik skala nasional maupun ekonomi daerah. Salah satunya adanya kampung perikanan budi daya ikan mas di Kabupaten Pasaman ini," ujar Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu di Jakarta, Kamis (28/10).

Tebe, sapaan akrab Tb Haeru, mengungkapkan bahwa pembangunan kampung perikanan budidaya, sejalan dengan program yang dijalankan. Kampung Perikanan Budidaya tengah digenjot agar terhubung dengan sarana budi daya dan prasarana pendukung, pelaku usaha dan mekanisme pasar.

“KKP mengharapkan pembangunan kampung perikanan budidaya ini dapat mengoptimalkan potensi perikanan yang ada seperti di Kabupaten Pasaman ini. Di samping itu, sektor perikanan juga mampu meningkatkan ekonomi daerah,” ungkapnya.

Bupati Pasaman, Benny Utama menuturkan, potensi perikanan budi daya di Pasaman dilihat dari produksinya mencapai 54 ribu ton per tahun. Jika dikalikan dengan harga Rp20 ribu per kilogram, kata dia, terdapat perputaran uang di sektor perikanan ini sekitar Rp1 triliun, yang dihasilkan dari ikan budi daya saja belum termasuk ikan di perairan umum.

Baca Juga: Jadi Kampung Budidaya Ikan Mas, Pasaman Dapat Omzet Capai Rp1 Triliun
Kembali Ke Desa, Milenial Ini Bangun Bisnis Tambak Udang Vaname

“Kabupaten Pasaman memiliki potensi besar di sektor perikanan untuk komoditas andalan yaitu ikan mas, dilihat dari data statistik hasil produksinya lebih besar dibandingkan dengan komoditas ikan nila, gurame, ikan lele, dan pasarnya sangat luas antara lain Sumatra Utara, Riau, Jambi, Bengkulu dan juga beberapa daerah di Sumatra Barat,” tuturnya.

Untuk diketahui, selain Kabupaten Pasaman lima kabupaten lainnya juga ditetapkan sebagai kampung perikanan budidaya di antaranya Kabupaten OKU Timur sebagai Kampung Perikanan Budidaya Ikan Patin, Kabupaten Pati sebagai Kampung Perikanan Budidaya Ikan Nila Salin, Kabupaten Gresik sebagai Kampung Perikanan Budidaya Ikan Bandeng, Kabupaten Lombok Timur sebagai Kampung Perikanan Budidaya Lobster dan Kabupaten Kupang sebagai Kampung Perikanan Budidaya Ikan Kerapu.

Video Terkait