Kembali Ke Desa, Milenial Ini Bangun Bisnis Tambak Udang Vaname

Budidaya udang vaname. (KKP)

Penulis: M Kautsar, Editor: Reza P - Rabu, 27 Oktober 2021 | 15:20 WIB

Sariagri - Melihat keahlian yang dimiliki penduduk desa akan ilmu budidaya perikanan, membuat milenial yang satu ini kembali dan membangun usaha di kampung halamannya, Cilacap, Jawa Tengah dengan bertambak udang vaname.

Dia adalah Gilang Sakti Perdana milenial yang lahir 28 tahun silam ini, sebelumnya tinggal dan menetap di Pulo Gebang, Jakarta Timur. Setelah menyelesaikan perkuliahannya di Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta dan memilih pulang ke kampung halaman.

“Saya melihat tetangga masyarakat desa ini sebetulnya memiliki kemampuan, punya kompetensi, pengalaman dalam hal budidaya udang windu vaname tapi mereka banyak yang pada nganggur, jadi saya lihat sayang,” ujarnya dalam webinar Intani, Rabu (27/10).

Gilang menjelaskan bahwa penduduk desa pada dasarnya ingin mengembangkan usaha perikanan, namun terbentur kendala permodalan. Untuk itu, Gilang bersama temannya membentuk tim dalam hal bisnis model agar menarik investor.

“Ketika investor mulai tertarik paling nggak ada modal yang disuntikan sehingga masyarakat kampung ini aktif budi daya dan meningkatkan kesejahteraan ekonominya,” jelasnya.

Gilang mengungkapkan bahwa objek tambaknya berada di Petak 34 Desa Babakan, Kecamatan Kawuganten, Kabupaten Cilacap dengan ketersediaan lahan seluas 214,60 hektare bekerja sama dengan Perhutani.

“Kita dapat kemitraan untuk mengelola 214 hektare lahan selama 10 tahun, alhamdulillah 50 hektare sudah tergarap menjadi tambak intensif dan 164 hektarenya masih nganggur,” ungkapnya.

Gilang Sakti milenila kembali ke desa bangun bisnis tambak udang vaname (Tangkapan layar)
Gilang Sakti milenila kembali ke desa bangun bisnis tambak udang vaname (Tangkapan layar)

Namun yang menjadi keresahaannya adalah dari lahan seluas 50 hektare yang digarap semua itu dimiliki oleh pengusaha dari luar kota dan masyarakat hanya dipekerjakan saja. Menurutnya, jika petani tambak bisa melakukan budi dayanya sendiri, mengelola bisnisnya bisa lebih meningkatkan pendapatannya.

“Mereka-mereka punya lahannya, punya kompetensinya, tetapi mereka tidak punya modalnya sehingga lahan sebesar 50 hektare ini gak banyak dimiliki oleh petani langsung,” terangnya.

Baca Juga: Kembali Ke Desa, Milenial Ini Bangun Bisnis Tambak Udang Vaname
Pemuda Ini Hasilkan Jutaan Rupiah dari Hobi Pelihara Ikan Gabus

Gilang menyebutkan bahwa prospek investasi pada tambak udang yang digarapnya di satu unit bisnis tambak memakan biaya investasi sebesar Rp1,3 miliar. Dikatakannya, modal investasi tersebut dikurangi biaya bisnis sebesar Rp830 juta, akan mendapatkan laba Rp369 juta per siklus panen.

“Dengan masa budidaya 90-100 hari, dalam tiga bulan kita bisa mendapatkan laba bersih Rp369 juta, dan balik modalnya paling tidak empat siklus, di siklus keempat sudah untung. Ini potensi besar, tidak banyak investasi bisnis yang angkanya seperti ini,” tandasnya.

Video Terkait