Mengenal Cacing Darah dari Larva Lalat Midge untuk Pakan Ikan Hias

Ilustrasi cacing darah pakan ikan hias. (Foter)

Penulis: M Kautsar, Editor: Nazarudin - Jumat, 22 Oktober 2021 | 13:40 WIB

Sariagri - Cacing darah merupakan salah satu makanan ikan yang bergizi tinggi. Hewan yang biasanya dipakai untuk pakan ikan ini mengacu pada spesies serangga Chironomus sp yang menghasilkan larva berwarna merah seperti darah.

Meski labelnya cacing tapi hewan ini bukan termasuk golongan cacing, melainkan serangga dari keluarga Chironomidae atau lalat Midge.

Warna pada larva chironomus berasal dari protein (besi-porfirin merah) yang ditemukan dalam darah mereka. Cacing darah dikenal mampu bertahan hidup di perairan dengan kadar oksigen rendah dan sering jadi bioindikator air tercemar.

Habitat cacing darah

Habitat cacing ini biasanya terdapat pada lingkungan perairan yang tenang dan kaya bahan organik. Larva dari nyamuk chironomus ini hidup dari memakan bakteri berukuran kecil.

Sebab itu perairan dengan sedimen lumpur dan berpasir sangat disukai karena mengandung bahan makanan melimpah untuk mereka.

Siklus hidup

Lalat chironomus bersifat holometabola, yaitu mengalami metamorfosis yang jelas dalam siklus hidupnya. Siklus hidup cacing ini dimulai dari lalat chironomus betina dewasa yang menghasilkan sekelompok telur berlendir dan transparan.

Telur-telur tersebut biasanya diletakan pada subtra berupa tumbuhan air atau tersusun melingkar di permukaan air. Satu kelompok telur chironomus biasanya terdiri dari 350 – 500 butir telur.

Kualitas telur lalat midge sangat dipengaruhi oleh suhu dan oksigen di air. Jika suhu lebih hangat telur akan menetas pada kisaran 3-6 hari.

Setelah menetas telur akan menjadi larva yang dapat berenang di dalam air dan membuat sarang berupa tabung dari gumpalan tanah atau lumpur yang disebut berumbung.

Bentuk cacing darah. (Foter)
Bentuk cacing darah. (Foter)

Larva yang disebut cacing darah ini memiliki tubuh slindris dengan panjang sekitar 1-3 mm. Berbeda denga cacing biasa, bagian tubuh cacing ini terdiri dari kepala dan 12 segmen lain berupa 3 segmen thorax dan 9 segmen abdomen.

Jika dilihat dengan kaca pembesar, tubuh cacing ini nampak beruas-ruas khas hewan serangga. Cara berenangnya juga hampir mirip dengan jentik nyamuk.

Baca Juga: Mengenal Cacing Darah dari Larva Lalat Midge untuk Pakan Ikan Hias
Nelayan Cacing Sutera Kebanjiran Rezeki Selama Pandemi

Siklus hidup berikutnya dari larva mereka berubah menjadi pupa kemudian menjadi dewasa. Jika lingkungan hangat dan mendukung, siklus hidup lalat midge hanya memerlukan waktu beberapa minggu saja.

Kegunaan

Cacing darah memiliki banyak kegunaan yaitu sebagai sumber makanan alami bagi hewan lain seperti ikan, amfibi maupun burung. Secara kolektif, mereka memainkan peran penting dalam ekosistem air tawar sebagai konsumen utama. Mereka memanfaatkan sejumlah besar energi dari bahan organik dan mikrooganisme pengurai (detritus). Cacing ini merupakan pakan ikan hias yang paling banyak dicari karena mengandung protein sebanyak 60,9 persen, dan lemak 16, 3 persen.

Video Terkait