Bikin Usaha Kerupuk Lele, Kelompok Pelajar Ini Raup Omzet Rp12 Juta per Bulan

Sekumpulan pelajar Sekolah Menengah Atas 17 Agustus 1945 (SMA Untag) Surabaya, Jawa Timur mengembangkan usaha kerupuk lele. (Sariagri/Arief L)

Editor: Arif Sodhiq - Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:10 WIB

Sariagri.id - Sekumpulan pelajar Sekolah Menengah Atas 17 Agustus 1945 (SMA Untag) Surabaya, Jawa Timur mengembangkan usaha kecil yang berhubungan dengan budidaya lele di sekolah. Mereka merintis kewirausahaan makanan ringan olahan kerupuk lele.

Usaha yang sudah ditekuni selama lebih dari setahun itu, kini mulai menunjukkan gairah. Ketua perkumpulan wirausaha siswa, Aurellia Elsha Yolanda mengatakan permintaan kerupuk lele terus meningkat, karena cita rasanya berbeda dengan kerupuk ikan pada umumnya.

“Rasa kerupuk dari bahan daging ikan lele terasa beda dengan kerupuk ikan yang ada di pasaran. Selain lebih renyah dan gurih, juga rasanya lebih manis. Di samping itu, kerupuk ini tidak amis di tangan. Ini yang menjadi daya tarik sehingga penjualan meningkat,“ ujar Ketua Usaha Kerupuk Lele SMA Untag, Aurellia Elsha Yolanda kepada Sariagri.id, Kamis (14/10/2021).

Aurel sapaan akrab Aurellia mengatakan ide usaha itu muncul karena hasil budidaya lele yang melimpah sehingga perlu ide lanjutan untuk dijual mentah atau diolah menjadi produk bernilai jual.

“Awalnya kami memanfaatkan lahan sempit di area parkir sepeda motor sekolah dengan membuat tiga kolam berupa bak tendon air bekas. Kami tebar ada sebanyak 2.000 bibit lele dan dalam 1,5 bulan sudah panen. Dari situ kami kemudian terpikir untuk membuat kerupuk lele,“ kata Aurel.

Menurut dia, bak kolam lele memanfaatkan tandon air bekas berukuran 2x2 meter dan pipa paralon. Setiap kali panen menghasilkan 150 kilogram lele dewasa. Panen yang terus melimpah ini akhir dimanfaatkan menjadi olahan kerupuk lele.

“Kerupuk lele kami jual mentah dan matang dalam kemasan masing-masing 250 gram dan 500 gram. Untuk yang mentah kami jual di pasaran Rp10.000, sedangkan yang telah digoreng kami hargai Rp15.000 per bungkus,“ katanya.

Aurel menyebut selama ini pemasaran masih memanfaatkan media sosial seperti facebook, marketplace dan instagram. Pelanggan umumnya berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur antara lain Sidoarjo, Gresik, Batu, Malang hingga Magetan.

“Alhamdulillah sudah dikenal luas di Kota besar di Jawa Timur. Omzet per bulan sekitar Rp10 juta sampai Rp12 juta, “ katanya.

Dia membeberkan proses pembuatan kerupuk lele cukup mudah dan sederhana.

Ikan lele yang sudah dipanen diambil dagingnya dan dibuang durinya. Selanjutnya daging lele dicampur tepung tapioka dan bumbu dan dikukus selama 45 menit.

“Usai dikukus, proses dilanjutkan dengan didinginkan selama 12 jam. Kemudian dipotong kecil-kecil menjadi kerupuk mentah dan dijemur selama sehari,“ katanya.

Baca Juga: Bikin Usaha Kerupuk Lele, Kelompok Pelajar Ini Raup Omzet Rp12 Juta per Bulan
Penampakan Ikan Lele Raksasa yang Tak Sengaja Terpancing Seorang Gadis

Pihak sekolah mendukung penuh keterampilan siswa dalam kewirausahaan. Melalui usaha itu diharapkan jiwa kemandirian siswa dalam berbisnis bisa terbentuk.

“Diharapkan setelah lulus nanti, para siswa sudah memiliki jiwa usaha yang nantinya dapat bermanfaat dalam membuka lapangan kerja di masa pandemic covid-19,“ kata Wakasek bidang kurikulum SMA Untag, Taufik Hidayat.

Video terkait:

 

Video Terkait