KKP: Pemanfaatan Ruang Laut Harus Sesuai Aturan

Ilustrasi Nelayan Tangkap. (Dok. KKP)

Editor: M Kautsar - Selasa, 12 Oktober 2021 | 16:10 WIB

Sariagri - Pakar Modeling dan Hydro Oceanografi, Widodo Pranowo mengatakan bahwa berdasarkan pantauan satelit sepanjang tahun 2014-2021, begitu banyak sebaran atau ceceran minyak yang berada di laut Indonesia. Menurutnya, hal tersebut bisa disebabkan oleh beberapa hal.

“Bisa saja tumpahan atau ceceran minyak itu dibuang dengan sengaja oleh kapal atau pernah terjadi tabrakan di selat Singapura tanggal 2 Januari 2015 kalau gak salah itu cukup memberikan tumpahan yang banyak,” ujarnya dalam Bincang Bahari ‘Penerepan Komitmen Ocean Health demi Ekonomi Berkelanjutan’, Selasa (12/10).

Widodo menjelaskan bahwa perlu adanya teknologi yang memadai demi mengendalikan cemaran limbah di laut. Menurutnya, terdapat dua instrumen yang perlu diterapkan yaitu instrumen keras dan intrumen lunak.

“Instrumen kerasnya tentu teknologi yang aktif bagaimana untuk mengendalikan cemaran (monitoring) kemudian yang soft nya dengan regulasi, sehingga ini merupakan kerjasama yang baik antara KKP dan KLHK,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Pengelolaan Ruang Laut, DJPRL KKP, Suharyanto mengungkapkan bahwa berdasarkan UUCK Nomor 11 Tahun 2020, tidak ada pemanfaatan ruang baik di darat maupun di laut yang tidak berdasarkan rencana tata kelola ruang.

“Tata ruang laut ini saya kira ada suatu keniscayaan mau tidak mau kita harus mengatur kalau kondisinya mau sehat,” terangnya.

Baca Juga: KKP: Pemanfaatan Ruang Laut Harus Sesuai Aturan
Kebijakan Penangkapan Terukur untuk Pemerataan Ekonomi

Ruang laut, kata dia, bisa saja digunakan untuk segala macam kegiatan seperti migas, transportasi, penangkapan ikan dan lain sebagainya, tapi perlu ada batasnya untuk menjaga laut tetap sehat.

“Oleh karena itu, seperti tubuh kita agar tetap sehat sampai akhir hayat harus kita jaga, kita atur bagaimana ruang laut itu bisa digunakan oleh semuanya tidak hanya KKP tapi juga kementerian yang lain masyarakat dan sebagainya,” katanya.

Video Terkait