Butuh Waktu Lama, Begini Cara Tiram Hasilkan Mutiara Bernilai Tinggi

Ilustrasi - Mutiara bahan perhiasan bernilai tinggi.(Pxhere)

Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 12 Oktober 2021 | 09:00 WIB

Sariagri - Mutiara merupakan salah satu perhiasan bernilai tinggi selain batu permata dan emas. Namun dari beberapa jenis perhiasan itu, hanya mutiara yang dihasilkan dari makhluk hidup yaitu tiram.

Tiram adalah sekelompok kerang-kerangan dengan cangkang berkapur dan relatif pipih. Terbentuknya mutiara terjadi secara alami di dalam tubuh tiram. Disebut alami, karena mutiara dihasilkan dari proses biologis saat tiram melindungi dirinya dari zat atau benda asing yang masuk.

Ketika ada sebutir pasir atau benda padat asing masuk ke dalam tubuh tiram, moluska atau getah di dalam perut tiram akan membalut pasir yang melukainya dengan nacre. Nacre adalah lapisan pelindung disekeliling tubuh bagian dalam, yang dimiliki tiram.

Seiring berjalannya waktu, lapisan nacre akan terus terbentuk dan memisahkan diri dari bagian tubuh kerang hingga akhirnya membentuk mutiara berkilau. Proses ini membutuhkan waktu lama, bahkan bisa bertahun-tahun.

Baca Juga: Butuh Waktu Lama, Begini Cara Tiram Hasilkan Mutiara Bernilai Tinggi
Seluruh Aceh Berpotensi Jadi Lahan Budi daya Tiram

Saat ini mutiara sudah banyak yang dibudidayakan. Namun harga mutiara hasil budidaya atau mutiara air tawar umumnya lebih murah dibanding mutiara air asin. Dilihat dari bentuknya, mutiara aur tawar dan air asin memiliki perbedaan signifikan. Mutiara air tawar cenderung berbentuk lonjong, sedangkan mutiara air asin berbentuk bulat sempurna.

Proses pembentukan yang membutuhkan waktu lama untuk menghasilkan mutiara menjadikannya sebagai perhiasan bernilai tinggi di pasar global. Beberapa mutiara Indonesia dengan kuliatas terbaik telah menembus pasar dunia.

Video terkait:

 

Video Terkait