Dapur Warga Tetap Ngepul Akibat Fenomena Ikan Teri Lompat ke Daratan Pantai Jogja

Ilustrasi ikan teri (Pxhere)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 23 September 2021 | 16:00 WIB

Sariagri - Sebuah video viral memperlihatkan ikan teri melompat ke darat menjadi heboh di pantai Jogja. Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulon Progo, Aris Widiatmoko menyatakan bahwa fenomena ini dimanfaatkan warga setempat untuk menambah pemasukan di masa pandemi COVID-19 saat ini.

Terlebih saat pembukaan wisata belum bisa dilakukan akibat PPKM Level 3. "Di masa PPKM ini, kehadiran ikan juwi (teri) cukup membantu ekonomi warga. Ya agar dapur tetap mengepul di kondisi sekarang," ujar Aris.

Aris menambahkan bahwa kehadiran gerombolan ikan teri atau yang biasa disebut warga sekitar teri juwi itu tidak dipungkiri membantu warga. Terlebih dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari di masa pandemi.

Pasalnya ikan juwi tersebut dapat dijual oleh warga setempat. Harganya pun terbilang bisa cukup membantu masyarakat sekitar di tengah PPKM Level 3 yang masih terus diperpanjang.

"Biasanya (ikan teri juwi) hanya dikonsumsi pribadi, tetapi kalau ada sisa banyak ya dijual di pasar ikan. Harga per kilogramnya itu bisa sekitar Rp15 ribu sampai dengan Rp20 ribu kilogramnya," paparnya.

Disampaikan Aris bahwa fenomena gerombolan ikan teri di pesisir pantai selatan Kulon Progo itu terpantau hampir terjadi secara merata. Namun yang diketahui pihaknya yakni ada di Pantai Trisik dan Glagah.

"Kemunculan itu ada di Pantai Trisik dan Pantai Glagah. Semalam warga juga siap njolo (menjala) di Pantai Glagah. Namun, sepi tidak ada (ikan juwi) yang muncul," tuturnya.

Baca Juga: Dapur Warga Tetap Ngepul Akibat Fenomena Ikan Teri Lompat ke Daratan Pantai Jogja
Viral Ribuan Ikan Teri Lompat ke Daratan, Ini Penjelasan Pakar

Sementara itu, kata Aris, kemunculan ikan teri juwi di Pantai Trisik yang terjadi pada Selasa (21/9/2021) sekitar pukul 17.00 WIB sore. Kesempatan itu dimanfaatkan warga setempat untuk menjala ikan yang muncul ke wilayah pesisir itu

"Warga lokal memang menyebutnya sebagai ikan (teri) juwi gitu. Kalau kemunculannya tidak tentu, seringkali terjadi sekitar sore menjelang malam," pungkasnya.

Video Terkait