Mahasiswa UB Ubah Tinta Cumi Jadi Pewarna Rambut

Ilustrasi cumi-cumi (Foto: Pixabay)

Editor: M Kautsar - Kamis, 23 September 2021 | 12:00 WIB

Sariagri - Pigmen rambut kepala orang Indonesia adalah hitam, namun warna rambut akan berubah seiring dengan bertambahnya usia. Rambut putih atau rambut beruban merupakan kondisi alamiah yang dialami manusia ketika menginjak usia 45 tahun.

Namun tidak menutup kemungkinan uban tumbuh pada usia muda. Hal ini bisa terjadi akibat beberapa faktor yang dapat mempercepat tumbuhnya uban seperti faktor fisiologis, usia, nutrisi, dan penggunaan bahan kimia. 

Menjumpai fakta tersebut, lima mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK-UB) Malang, Jawa Timur, membuat terobosan hair mask untuk atasi uban dan kerontokan rambut pada usia muda dengan menggunakan bahan alami.

Tim ini terdiri dari Abdullah Zakey Multazam, Venany Nabilla, Anissa Nur Habbibah, Reghita Dwi Farikhah, dan Wardatul Jannah.

Abdullah Zakey Multazam, ketua tim peneliti, mengatakan produk perawatan rambut yang diberi nama Ikaika ini menggunakan bahan baku berupa limbah produksi perikanan sehingga tercipta konsep zero waste.

“Limbah produksi perikanan masih banyak menjadi permasalahkan. Seperti tinta cumi-cumi di pasar yang kerap dijumpai dibuang begitu saja sehingga dapat mencemari lingkungan sekitar. Tidak hanya itu limbah tulang ikan juga mengalami nasib yang sama, padahal tulang ikan memiliki banyak kandungan bermanfaat bagi tubuh," beber ketua tim, Abdullah Zakey Multazam kepada Sariagri, Kamis (23/9).

Multazam mengungkapkan melanin alami dari tinta cumi dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah rambut beruban. Hal tersebut dikarenakan tinta cumi-cumi mengandung melanin sebanyak 90 persen.

Demikian pula halnya dengan limbah ikan tuna seperti tulang mengandung asam lemak tidak jenuh yang tinggi, yaitu sebesar 67,9 persen.

Salah satu jenis asam lemak dalam tulang ikan tuna, lanjut Multazam, yaitu asam lemak golongan Monosaturated Fatty Acid (MUFA) seperti asam oleat. Sifat antioksidan asam oleat dapat membantu dalam memperlambat kerontokan dan mempercepat pertumbuhan rambut. 

“Penelitian kami menggunakan beberapa parameter uji agar mendapatkan hasil yang optimal. Kami juga melakukan uji coba terhadap hewan uji berupa tikus putih jantan untuk mengetahui intensitas warna yang dihasilkan," kata dia.

Sedangkan alasan tim menggunakan tikus putih karena struktur anatomi, fisiologi serta genetiknya mirip dengan manusia.

Inovasi tim yang dibimbing dosen Bayu Kusuma, tersebut berhasil memperoleh pendanaan Riset Dikti Kemendikbud dalam ajang Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Riset Eksakta yang diikuti oleh sekitar 67.743 tim dari seluruh Indonesia.

Baca Juga: Mahasiswa UB Ubah Tinta Cumi Jadi Pewarna Rambut
Dosen UMM Kembangkan Solar Cell dalam Budidaya Ikan Sistem Biona

Multazam dan tim berharap terobosan unik ini dapat dijadikan langkah untuk pengembangan produk kosmetika berbahan alami serta dapat memanfaatkan limbah produksi perikanan sehingga tidak ada lagi pencemaran lingkungan.

“Intinya bagaimana tercipta konsep zero waste dengan memanfaatkan limbah perikanan bisa menjadi produk bernilai untuk kepentingan yang lebih luas. Semoga bermanfaat," pungkasnya.

Video Terkait