Kerusakan Terumbu Karang Dunia Ancam Masa Depan Masyarakat Pesisir

Ilustrasi terumbu karang. (Foto: Pixabay)

Editor: M Kautsar - Senin, 20 September 2021 | 20:30 WIB

Sariagri - Kerusakan dan terdegradasinya terumbu karang di dunia menyebabkan penurunan tajam hasil tangkapan ikan dan menempatkan masyarakat pesisir dalam kondisi terancam. Sebuah penelitian yang terbit dalam jurnal One Earth belum lama ini mengungkapkan bahwa penangkapan ikan di sepanjang terumbu karang dunia mencapai puncaknya hampir dua dekade lalu dan sejak itu terus menyusut.

Dalam penelitian ditemukan, hasil tangkapan per unit usaha, pengukuran biomassa, 60 persen lebih rendah dari pada tahun 1950-an.

Selama jangka waktu tersebut, cakupan global karang hidup dan keanekaragaman hayati spesies yang bergantung pada struktur bawah laut telah menurun pada tingkat yang sama. Itu berarti kapasitas terumbu karang untuk menyediakan makanan dan mata pencaharian, menyerap karbon dan berfungsi sebagai penyangga terhadap peristiwa iklim ekstrem, telah menurun.

"Berkurangnya kapasitas terumbu karang untuk menyediakan jasa ekosistem merusak kesejahteraan jutaan orang yang memiliki hubungan historis dan berkelanjutan dengan ekosistem terumbu karang," demikian bunyi studi tersebut, seperti dilansir UPI.com, diakses Senin (20/9).



Studi itu juga menyimpulkan bahwa kondisi itu mengancam masa depan masyarakat pesisir yang bergantung pada terumbu karang. Perubahan itu antara lain terjadi di Indonesia, Karibia, dan Pasifik Selatan.

Untuk penelitian ini, para peneliti melakukan analisis data global yang mencakup tren terumbu karang dan ekosistem terkait yang mencakup tutupan karang hidup, keanekaragaman hayati dan perubahan jaring makanan, serta konsumsi perikanan dan makanan laut oleh masyarakat adat. Studi tersebut menyimpulkan bahwa perubahan iklim, penangkapan ikan yang berlebihan, dan polusi telah membahayakan terumbu karang dunia.

“Terumbu karang dikenal sebagai habitat penting bagi keanekaragaman hayati dan sangat sensitif terhadap perubahan iklim, karena gelombang panas laut dapat menyebabkan peristiwa pemutihan,” ujar Tyler Eddy, seorang ilmuwan peneliti di Fisheries & Marine Institute di Memorial University of Newfoundland, dalam sebuah penyataan.

Baca Juga: Kerusakan Terumbu Karang Dunia Ancam Masa Depan Masyarakat Pesisir
Dengan Bekal Ikut Pelatihan, Pria Ini Geluti Budi daya Ikan Hias



“Terumbu karang menyediakan jasa ekosistem yang penting bagi manusia, melalui perikanan, peluang ekonomi, dan perlindungan dari badai,” kata Eddy, yang memulai penelitian saat ia menjadi rekan pascadoktoral di Institut Kelautan & Perikanan Universitas British Columbia.

Sebuah studi yang dirilis tahun lalu juga menemukan bahwa cagar alam laut memiliki kemampuan perlindungan yang terbatas ketika menghadapi kenaikan suhu global dan pemutihan karang. Selain koordinasi secara global, penyelesaian masalah ini dikatakan membutuhkan kordinasi pengelolaan laut tingkat lokal.

Video Terkait