Trenggono Berharap Politeknik KP Bisa Hasilkan Inovasi di Kelautan dan Perikanan

Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Ladong dan Politeknik Kelautan dan Perikanan Aceh. (Foto: Istimewa)

Editor: M Kautsar - Kamis, 9 September 2021 | 20:20 WIB

Sariagri - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengunjungi Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Ladong dan Politeknik Kelautan dan Perikanan Aceh. Dalam kesempatan tersebut, dia melihat langsung Teaching Factory yang dimiliki Politeknik KP Aceh.

"Ini harus terus dikembangkan, dioptimalkan untuk penyediaan sarana dan prasarananya, agar taruna dan taruni disini bisa menjadi SDM yang unggul untuk sektor KP," ujar Sakti, di Aceh, Rabu (8/9).

Trenggono melihat sejumlah inovasi yang dilakukan Politeknik KP Aceh, diantaranya Failure Alarm, Mini Ship Simulator Program untuk digunakan para taruna-taruni sebelum masuk ke kapal sebenarnya, lalu terdapat produk garam yang diberi nama Sira Mangat atau dalam bahasa Indonesia diartikan garam enak.

Trenggono berharap Politeknik KP, baik para pengajar maupun taruna-taruni dapat secara konsisten mengembangkan inovasi yang bermanfaat untuk sektor kelautan dan perikanan ke depan, seiring dengan peningkatan kualitas SDM di Politeknik KP Aceh maupun SUPM Ladong.

Dalam kunjungan kerjanya ke Aceh tersebut, Trenggono dan jajarannya juga meninjau Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Ujung Batee. Dia pun menyampaikan dukungannya untuk program tambak berkelanjutan di Aceh.

Trenggono memastikan inovasi-inovasi yang dilakukan di Politeknik KP Aceh juga dapat mendukung kegiatan di BPBAP Ujung Batee, diantaranya hatchery udang vaname dan untuk menjaga komoditas lokal Indonesia, yaitu budidaya udang windu yang memiliki potensi besar di Aceh.

Baca Juga: Trenggono Berharap Politeknik KP Bisa Hasilkan Inovasi di Kelautan dan Perikanan
Ekosistem Laut Tunjang Sektor Industri Indonesia, Kata Rektor IPB

Lebih lanjut Trenggono meminta pihak Politeknik KP Aceh dan BPBAP Ujung Batee untuk mencatat jumlah pembudidaya yang ada di Aceh, komoditas unggulan, serta bagaimana hasil yang didapatkan.

"Jika memberikan bantuan kepada masyarakat, harus dipantau perkembangannya, lihat apakah usahanya berjalan dengan baik, bagaimana tingkat kesejahteraannya, jangan dilepas gitu aja setelah dibantu, itu baru terlihat standar suksesnya, berdampak atau tidak untuk masyarakat," tegasnya.

Video Terkait