Potensi Melimpah, NTB Bakal Bangun Kawasan Budidaya Udang dan Lobster Terintegrasi

Gubernur NTB Dr. H. Zulikieflimansyah, SE., M.Sc., dalam rapat koordinasi. (Sariagri/Yongki)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 27 Agustus 2021 | 18:50 WIB

Sariagri - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyambut baik rencana Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur dan Sumbawa guna mengembangkan kawasan budidaya udang Vaname dan lobster terintegrasi (shrimp estate) di dua wilayah tersebut.

Gubernur NTB Dr. H. Zulikieflimansyah, SE., M.Sc., dalam rapat koordinasi tindaklanjut program pembangunan Shrimp Estate bersama Dirjen Perikanan Budidaya KKP, mengatakan pihaknya menyambut baik rencana tersebut dengan menyiapkan lahan dan pusat pengembangan.

“Kesempatan ini jangan sampai terlewatkan dan disia-siakan,” kata Gubernur di ruang kerjanya Jum’at 27/8/2.

Pihaknya meminta agar semua persyaratan di lengkapi terutama untuk persediaan lahan sesuai kebutuhan program tersebut, dengan menyiapkan 1.000 Ha yang berada di Kabupaten Sumbawa dan Lombok Timur.

Persiapan untuk mewujudkan shrimp estate ini, tahun 2021 ini adalah clearing lahan, sehingga Tahun 2022 adalah ground breaking dan 2023 atau 2024 sudah bisa beroperasi. Adapun di Tahun 2021, lahan dan syarat administrasi serta proses lainnya sudah rampung.

“Pada prinsipnya, lahannya sudah clear and clean, selanjutnya secara administrasi saja yang akan dilengkapi,” tegasnya.

Rencana ini akan segera ditindak lanjuti oleh pemerintah NTB supaya pada saat pelaksanaan event MotoGP Maret 2022, Presiden Jokowi akan langsung bisa meninjau pelaksanaan pekerjaan pembangunan tersebut.

“Yang lebih utama membuka lapangan pekerjaan dan mensejahterakan pemilik lahan atau tambak, udang dan lobster, serta masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Budidaya KKP, Dr. TB Haeru Rahayu, A. Pi., M. Sc mengapresiasi kesiapan Pemerintah Privinsi NTB, Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Sumbawa, dalam keseriusannya menyiapkan lahan menyambut program ini.

Dikatakannya, di Indonesia yang pertama kali penerapan program Kawasan Budidaya Udang Terintegrasi adalah Kebumen. “Harus jadi inspirasi bagi NTB, dengan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah kedepan kita bisa menurunkan tingkat kemiskinan masyarakat pesisir," katanya.

Untuk Kawasan di Sumbawa akan dibudidayakan udang Vaname , dengan hasil produktivitas dan kualitas yang tinggi. Sedangkan Lombok Timur, dikembangkan lobster dan kampung nelayan yang telah ada tetap dipertahankan.

Menurutya, Shrimp Estate merupakan skema budidaya udang berskala besar di mana proses hulu hingga hilir berada dalam satu kawasan. Program ini juga merupakan terobosan Kementerian KKP dalam pengembangan perikanan budidaya tujuannya meningkatkan ekspor, menambah devisa untuk daerah maupun negara dan kesejahteraan masyarakaat.

“Proses produksi didukung teknologi dan terintegrasi dengan pendekatan konsep hulu-hilirseperti pabrik pakan dan sebagianya, korporasi perikanan budidaya berbasis Kawasan,” jelasnya.

Dijelaskan pula, bahwa kawasan tersebut akan tetap menjadi hak masyarakat pemilik tambak atau lahan, hanya pengelolaanya saja oleh pemerintah dengan skema pembagian hasil berdasarkan luas kepemilikan. Bahkan pemilik lahan dapat menjadi tenaga kerja.

Diwaktu yang sama Bupati Lombok Timur, H. M. Sukiman Azmi menyatakan kesiapan lahan dan dukungan masyarakat sudah siap. Bahkan masyarakat menyambut baik budidaya udang atau lobster terintegrasi.

Menurutnya, ada 2 lokasi yang telah disiapkan, yaitu di wilayah kawasan Telong Elong dan Teluk Ekas, dengan total lahan sekitar 1.000 Ha lebih.

“Lahan tersebut sedang kita tata, akhir 2021 akan selesai,” paparnya.

Senada dengan itu Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud H. Abdullah mengaku bahwa lahan untuk pengembangan kawan tersebut sudah siap, dengan total lahan seluas 1.121 Ha.

“Ada di tiga desa di wilayah Kecamatan Moyo Utara. Yakni Desa Penyaring, Desa Kukin, dan Desa Baru,”katanya.

Upaya pendekatan kepada masyarakat pemilik lahan sedang terus dilakukan, dengan memperhatikan aspek sosial kemasyarakatan. “Sehingga kedepan tidak ada persoalan,” tutupnya. 

Video Terkait



Baca Juga: Potensi Melimpah, NTB Bakal Bangun Kawasan Budidaya Udang dan Lobster Terintegrasi
Kabar Baik! Indonesia Naik 2 Peringkat sebagai Eksportir Produk Perikanan Dunia