Selama Pandemi, Produksi Kerupuk Ikan di Indramayu Semakin Berkurang

Pabrik pembuatan kerupuk ikan di Indramayu, Jawa Barat. (Foto: Sariagri/Nurohman)

Editor: M Kautsar - Selasa, 27 Juli 2021 | 18:30 WIB

SariAgri - Pandemi Covid-19 membuat aktivitas pembuatan kerupuk ikan dan udang di Desa Kenanga, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat terganggu. Bahkan para pengusaha di sektor ini sudah mengurangi jumlah produksi, sejak mewabahnya virus corona pada 2020 lalu.

Untuk diketahui, sedari dulu Desa Kenanga di Blok Kerupuk, dikenal sebagai sentra produksi kerupuk ikan dan udang di Kabupaten Indramayu. Produknya sudah dipasarkan hingga daerah Surabaya dan sekitarnya.
 
Selain menurunnya jumlah produksi, proses distribusi kerupuk ikan dan udang dari Desa Kenanga tidak berjalan normal. Hal ini kemudian diperparah dengan adanya pembatasan di beberapa daerah.
"Waktu awal pandemi itu hajatan dilarang. Jadi pesanan kerupuk pun menurun. Konsumen kita memang kebanyakan orang yang mengadakan hajatan," kata Murtasin, salah satu pengusaha di Blok Kerupuk saat berbincang dengan Sariagri, Selasa (27/7).
Pabrik pembuatan kerupuk milik Murtasin saat ini hanya memproduksi 1 ton kerupuk per hari. Padahal sebelum pandemi, jumlah produksi di pabriknya rata-rata sekitar 3 ton.
Ia menilai hal ini menjadi gambaran, kalau sektor usaha di Kabupaten Indramayu sangat terdampak akibat pandemi.
"Tidak ada permintaan dari pasar, jadi kita produksinya menurun. Di hari normal kita bisa produksi kerupuk sampai 3 ton. Tapi sekarang hanya bisa 2 dan 1 ton saja," ujarnya.
Menurunnya jumlah produksi, lanjut dia, tentunya mengakibatkan berkurangnya omset yang ia dapat. Saat ini, omset dari usahanya itu turun sekitar 40 persen.
"Keuntungan bersihnya, kita per hari bisa dapat sekitar Rp5 juta. Kalau sekarang berkurang 40 persen," tuturnya.
Untuk menghindari kerugian, sekrang ia hanya memproduksi kerupuk sesuai permintaan dari konsumen. Selain itu, demi menjaga kondisi pekerja di pabriknya, ia mewajibkan mereka menerapkan protokol kesehatan.
Dia berharap kedepannya produksi kerupuk ikan dan udang di tempatnya bisa berjalan normal kembali. Sebab, ia mengaku tidak tega untuk merumahkan para pegawainya.
"Kita harapannya kembali normal. Supaya pendapatan juga tidak berkurang," ucap dia.

Video Terkait