Kandas, Kapal Ini Diminta Ganti Rugi Kerusakan Terumbu Karang Raja Ampat

Terumbu karang di Raja Ampat rusak akibat kandasnya Kapal KM Sabuk Nusantara 62. (KKP)

Editor: Arif Sodhiq - Jumat, 9 Juli 2021 | 12:20 WIB

SariAgri - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerapkan restoratif justice untuk memulihkan kerusakan sumber daya kelautan dan perikanan di Perairan Raja Ampat akibat kandasnya kapal KM. Sabuk Nusantara 62.

Tim KKP telah menyelesaikan tahapan verifikasi dan menyimpulkan terjadi kerusakan ekosistem karang. Hasil verifikasi akan menjadi rujukan dalam penentuan nilai kerugian yang harus dibayar pihak KM. Sabuk Nusantara 62.

“Kami sudah menyelesaikan tahapan verifikasi, dari pengumpulan bahan dan keterangan, kami menyimpulkan terjadi kerusakan ekosistem karang,” ujar Plt. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Antam Novambar, Jumat (9/7/2021).

Antam menjelaskan dalam pelaksanaan verifikasi, selain melihat aspek kerusakan ekosistem karang juga memperhatikan dampak sosial dan ekonomi masyarakat di sekitar lokasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 28 Tahun 2020 mengenai Tata Cara Penyelesaian Sengketa dalam Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

“Mata pencaharian utama masyarakat di lokasi sebagian besar adalah nelayan pancing ulur. Tentu ada kerugian ekonomi yang dialami masyarakat setempat akibat kerusakan ini,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Pengawasan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan, Halid K. Jusuf menjelaskan area kerusakan terumbu karang terjadi pada lokasi Kawasan Konservasi Perairan Nasional Suaka Alam Perairan (KKPN SAP) Raja Ampat serta Perairan Pulau Gag.

“Karang yang terdampak meliputi karang lunak dan karang keras,” katanya.

Halid mengatakan komponen yang akan diajukan sebagai klaim kerugian kepada pihak KM. Sabuk Nusantara 62 meliputi nilai kehilangan jasa ekosistem, biaya restorasi, biaya verifikasi lapangan dan kerugian langsung masyarakat.

Baca Juga: Kandas, Kapal Ini Diminta Ganti Rugi Kerusakan Terumbu Karang Raja Ampat
Angkutan Produk Kelautan dan Perikanan Dipasangi Stiker Selama PPKM Darurat

Pihaknya bersama tim verifikasi di lapangan kini tengah menjalani proses penghitungan secara mendetail agar nilai kerusakan yang ditimbulkan dapat segera didapat. Setelah tahapan itu, selanjutnya Tim Penyelesaian Ganti Kerugian akan melanjutkan ke tahap klarifikasi dan negosiasi.

Untuk diketahui, Kapal KM. Sabuk Nusantara 62 kandas di perairan Raja Ampat pada 3 Februari 2021. Kandasnya kapal itu menyebabkan kerusakan pada ekosistem terumbu karang di Kawasan Konservasi Perairan Nasional Suaka Alam Perairan (KKPN SAP) Raja Ampat serta Perairan Pulau Gag.

Video terkait:

Video Terkait