Angkutan Produk Kelautan dan Perikanan Dipasangi Stiker Selama PPKM Darurat

Angkutan produk kelautan dan perikanan dipasangkan stiker selama PPKM Darurat. (KKP)

Editor: Arif Sodhiq - Kamis, 8 Juli 2021 | 18:10 WIB

SariAgri - Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Ditjen PDSPKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menyiapkan stiker untuk ditempel pada moda angkutan sebagai tanda pengenal bagi kendaraan yang mengangkut atau mendistribusikan hasil kelautan dan perikanan.

"Intinya stiker tersebut untuk memudahkan implementasi di lapangan sebagai tanda pengenal bagi kendaraan yang mengangkut/mendistribusikan hasil kelautan dan perikanan,” ujar Direktur Logistik Ditjen PDSPKP Innes Rahmania.

Innes menegaskan penerbitan stiker ini membuktikan komitmen KKP untuk hadir dan turut memberikan kepastian usaha sektor strategis seperti angkutan bahan pangan berbasis perikanan.

Sementara itu, Amrozi salah seorang pelaku usaha dari Kelompok Mina Jaya yang berlokasi di Gunung Kidul, DIY, mengaku bahwa stiker yang dipasang di bagian depan mobil logistiknya telah membantu kelancaran pengiriman ikan beku ke Jakarta.

“Kami menggunakan stiker ini sejak pembatasan mudik beberapa bulan lalu. Dan kali ini kami gunakan kembali pada saat diterapkan PPKM Darurat. Alhamdulillah saat pengiriman barang ke Jakarta kemarin, stiker ini sangat membantu kelancaran perjalanan, begitu juga saat perjalanan baliknya,” tandasnya.

Ditjen PDSPKP) mengajak gubernur dan bupati/walikota di beberapa wilayah Jawa dan Bali sesuai PPKM Darurat untuk memberikan akses di pintu keluar-masuk wilayah bagi kelancaran pengiriman dan distribusi hasil kelautan dan perikanan.

"Namun demikian, dalam pelaksanaan harus tetap memperhatikan protokol kesehatan dan Standar Operasional Prosedur sebagaimana yang ditetapkan," kata Dirjen PDSPKP, Artati Widiarti di Jakarta, Kamis (8/7/2021).

Baca Juga: Angkutan Produk Kelautan dan Perikanan Dipasangi Stiker Selama PPKM Darurat
BRSDM Kelautan dan Perikanan Beberkan Tantangan di Bidang Akuakultur

Artati memastikan telah meminta Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi, Kabupaten/Kota di wilayah Jawa dan Bali untuk terus mendampingi pelaku usaha perikanan yang akan melaksanakan pengiriman dan distribusi hasil kelautan dan perikanan. Tujuannya agar mereka tetap menerapkan protokol kesehatan dan mematuhi ketentuan perjalanan sebagaimana aturan perundang-undangan yang berlaku.

Artati berharap, melalui upaya ini dapat menjaga ketersediaan ikan di pasar tradisional maupun modern. Terlebih saat kondisi #dirumahaja, masyarakat banyak memanfaatkan pasar online atau fitur e-commerce untuk memenuhi kebutuhan konsumsi ikan.

"Sehingga perlu dijaga benar kemudahan dalam pendistribusian ikan hingga ke tangan konsumen," katanya.

Video terkait:

Video Terkait