Mengenal Atraktor Cumi-cumi untuk Tingkatkan Kawasan Pantai Terpadu

Ilustrasi - Cumi-cumi. (Piqsels)

Editor: Arif Sodhiq - Rabu, 7 Juli 2021 | 09:00 WIB

SariAgri - Teknologi atraktor cumi-cumi dinilai dapat meningkatkan potensi sumberdaya dan pengembangan kawasan pantai secara terpadu. Atraktor cumi-cumi diharapkan dapat meningkatkan produksi, pendapatan nelayan, konsumsi ikan, sumberdaya ikan serta menunjang pembangunan daerah.

Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University, Prof Mulyono S Baskoro, mengatakan atraktor dikembangkan dengan memanfaatkan tingkah laku cumi-cumi.

"Prinsipnya cumi-cumi menempelkan telurnya pada substrat yang menggantung dengan lingkungan yang remang-remang. Telur-telur ini dibiarkan menetas agar populasinya meningkat atau dijadikan basis pangan seperti kerupuk,” ujarnya melalui pernyataan tertulis, Selasa (6/7/2021).

Metode itu disamoaikan Mulyono saat menjadi narasumber dalam kuliah umum “Pemanfaatan Atraktor Ramah Lingkungan untuk Penelitian Hasil Tangkapan” yang digelar Program Studi Teknologi Perikanan Laut, Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University, Sabtu (5/6/2021).

Dikatakan Mulyono dalam memacu perkembangan dan pertumbuhan ekonomi, pemanfaatan berbagai teknologi terkesan kurang mempedulikan kelestarian sumberdaya alam. Untuk mempertahankan daya dukung lingkungan, diperlukan teknologi yang tepat agar pemanfaatan sumberdaya tetap lestari berkelanjutan.

"Selain cumi-cumi, hewan lain yang menempelkan telurnya adalah sotong," katanya.

Mulyono mengatakan hasil penelitian menunjukkan posisi atraktor yang strategis terletak di kedalaman lima meter di bawah laut. Perangkap cumi-cumi sebaiknya diletakkan di antara atraktor.

"Cumi-cumi umumnya menyukai berada di goa dan perairan yang jernih. Atraktor sebaiknya dipasang pagi hari. Proses ini memakan waktu satu pekan hingga telurnya menempel,” kata inovator teknologi atraktor cumi-cumi ini.

Pakar Tingkah Laku Ikan dari IPB University ini menambahkan pengembangan atraktor cumi-cumi sudah dimulai sejak 2008 dan disosialisasikan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
"Sampai saat ini, atraktor yang bersifat project ini telah diimplementasikan di 30 kabupaten dari 14 provinsi di Indonesia," katanya.

Atraktor cumi-cumi dapat dikembangkan dalam berbagai aktivitas usaha, mulai dari perikanan tangkap, budidaya, pengolahan, konservasi, wisata bahari, hingga penelitian.

Baca Juga: Mengenal Atraktor Cumi-cumi untuk Tingkatkan Kawasan Pantai Terpadu
Bantu Nelayan, Sidolpin Dikembangkan untuk Deteksi Satu Jenis Ikan

Dia menambahkan atraktor dikembangkan dengan material, desain dan konstruksi yang optimal bagi nelayan. Atraktor dibuat dari bambu, drum bekas dan pipa paralon.

“Penjelasan terkait implementasi atraktor ke nelayan mudah dimengerti karena nelayan terampil terkait pekerjaannya," katanya.

Video terkait:

Video Terkait