Dukung Lumbung Ikan Nasional, KKP-Kemenhub Garap Pelabuhan Ambon Baru

Nota kesepahaman (Mou) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). (KKP)

Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 29 Juni 2021 | 15:40 WIB

SariAgri - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sepakat mengembangkan Pelabuhan Laut dan Pelabuhan Perikanan milik masing-masing di Provinsi Maluku menjadi Pelabuhan Ambon Baru dengan mengusung konsep pelabuhan terintegrasi.

Nantinya pelabuhan itu memiliki fungsi pelayanan antara lain untuk terminal peti kemas internasional dan domestik, terminal roro, pelabuhan perikanan (tempat pelelangan ikan dan/atau tempat pengolahan ikan), pasar ikan bertaraf internasional, kawasan industri logistik, terminal LNG dan/atau power plant.

KKP dan Kemenhub menyepakati Nota Kesepahaman (MoU) tentang Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK) Pembangunan Pelabuhan Laut dan Pelabuhan Perikanan Terintegrasi di Provinsi Maluku Dalam Rangka Mewujudkan Maluku Lumbung Ikan Nasional (Pelabuhan Ambon Baru).

Menteri KP, Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan dalam MoU itu, KKP berperan mewujudkan tatanan Kepelabuhan Perikanan Nasional yang andal dan berkemampuan tinggi, menjamin efisiensi dan berdaya saing global untuk menunjang pembangunan perikanan di Indonesia. Sedangkan tugas Kemenhub menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang transportasi.

"Pada prinsipnya KKP yang tugasnya menjaga sektor kelautan dan perikanan nasional. Ini adalah bagian turunan dari program UU Ciptakerja untuk menciptakan lapangan kerja dan menumbuhkan ekonomi di wilayah Timur," ujarnya saat penandatanganan MoU, di Jakarta, Senin (28/6/2021).

Sementara itu, Menhub Budi Karya Sumadi menyatakan kesiapannya untuk bergerak bersama dengan KKP menjadikan Ambon menjadi sentra perikanan di wilayah Maluku, Papua dan sekitarnya.

Baca Juga: Dukung Lumbung Ikan Nasional, KKP-Kemenhub Garap Pelabuhan Ambon Baru
Pengusaha Ikan Sungailiat Akui Kekurangan Stok

Budi menambahkan ground breaking akan dilakukan pada November mendatang dan ditargetkan selesai akhir 2023. Dia berharap dengan adanya pelabuhan ini, Ambon akan menjadi sentra kegiatan perikanan wilayah timur Indonesia.

"Ini menjadi sentra dan mendapatkan devisa yang jauh lebih besar. Semoga kerja sama ini bisa memberikan satu manfaat yang besar bagi bangsa," pungkasnya.

Video Terkait