Di Tengah Pandemi, Kabupaten Limapuluh Kota Giatkan Budi daya Ikan Gurame

Bupati Limapuluh Kota Safaruddin saat meninjau langsung Raja Place yang merupakan lokasi Budidaya ikan Gurame Sago di Kenagarian Suliki, Kecamatan Suliki, Kabupaten Limapuluh Kota. (Antarasumbar/HO-Pemkab Limapuluh Kota)

Penulis: Arya Pandora, Editor: M Kautsar - Selasa, 18 Mei 2021 | 17:00 WIB

SariAgri -  Bupati Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Safaruddin menilai budidaya ikan gurame bisa menjadi usaha alternatif masyarakat untuk peningkatan ekonomi di tengah lesunya perekonomian akibat dampak pandemi Covid-19.

"Budi daya ikan gurame memiliki potensi pasar yang luas khususnya dikonsumsi oleh masyarakat. Selain itu dapat menjadi usaha alternatif untuk peningkatan ekonomi secara umum di Kabupaten Limapuluh Kota," kata Safaruddin di Sarilamak, Senin.

Hal tersebut disampaikannya saat mengunjungi Raja Place yang merupakan lokasi budidaya ikan gurame sago di Kenagarian Suliki, Kecamatan Suliki, Kabupaten Limapuluh Kota.

Ia mengatakan budidaya ikan air tawar di daerah tersebut juga akan menjadi bagian penopang ketahanan pangan.

"Perlu ditindaklanjuti secara baik, ini inovasi masyarakat yang perlu didukung penuh pemkab. Melalui benih, induk dan pakan," ujarnya.

Menurut dia, budidaya ikan gurame sago ke depannya harus memiliki siklus produksi berkesinambungan sebagai pendapatan masyarakat.

Sementara itu pemilik Raja Place, Armendo mengatakan gurame sago merupakan ikan asli Kabupaten Limapuluh Kota yang sudah ditetapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP-RI).

Raja Place produksi benih jenis unggul untuk dibudidayakan ke masyarakat, karena gurame sago merupakan ikan yang diminati ditingkat internasional.

Baca Juga: Di Tengah Pandemi, Kabupaten Limapuluh Kota Giatkan Budi daya Ikan Gurame
Memelihara Ikan di Kolam Air Hangat Cuma Ada di Dataran Tinggi Dieng

"Sudah ditetapkan KKP-RI. Dengan itu inovasi budi daya gurame sago ini terus kami tingkatkan semaksimal mungkin sebagai bibit unggul dan produksi baik," katanya.

Dia mengatakan khusus Gurame Sago saat ini pihaknya memang belum bisa memenuhi permintaan lokal untuk konsumsi.

Namun, dengan program dan inovasi yang akan dikembangkan, ke depan permintaan atau kebutuhan konsumen dapat terpenuhi.

"Target kita ke depan 2.000 ton per bulan, ini target konsumsi dan juga untuk memenuhi permintaan pasar internasional. Jelas ini akan melibatkan banyak masyarakat Limapuluh Kota," ungkapnya.

Video Terkait