Racun Sengatan Ikan Pari Sangat Mematikan, Ini Langkah Pertolongan Pertama

Ilustrasi ikan pari. (pixabay)

Editor: Dera - Kamis, 22 April 2021 | 12:50 WIB

SariAgri - Pari adalah salah satu ikan beracun yang menyebabkan sejumlah kasus sengatan pada manusia. Pada 2006, Steve Irwin, petualang terkenal yang juga pembawa acara populer The Crocodile Hunter di stasiun televisi Animal Planet, meregang nyawa setelah terkena sengatan ikan pari di dadanya saat menyelam.

Sementara itu, di pantai di Huntington, sebelah selatan Los Angeles, sengatan pari menyebabkan 73 orang dirawat dalam sehari pada awal Januari 2018.

Pada dasarnya, ikan pari adalah hewan jinak. Ia hanya menyerang ketika merasa dirinya terancam. Dalam banyak kasus, racun pada ekor pari juga jarang menyebabkan kematian, selain nyeri dan timbulnya alergi akibat keracunan.

"Reaksi alergi adalah salah satu komplikasi yang paling ditakuti yang timbul dari sengatan apa pun," kata Dr. Jonathan Chong dari Klinik DTAP.

Menurut Dr Chong, tanda-tanda reaksi alergi termasuk ruam umum di seluruh tubuh, kesulitan bernapas dan pembengkakan pada wajah, mata dan leher. Tanda-tanda ini dapat berkembang pesat selama beberapa menit dan dapat mematikan apabila mengacu pada kondisi yang mengancam jiwa yang dikenal sebagai anafilaksis.

Namun, jika sengatan hanya menimbulkan gejala ringan dan tidak ada sengat di kulit, kata Dr. Chong, pengobatan sendiri dapat dilakukan.

Lalu, apa yang harus dilakukan jika kita tersengat ikan pari? 

Dr. Chong menyarankan, tindakan pertama yang harus dilakukan adalah mengeluarkan korban dari air, dan memanggil penjaga pantai atau ambulans.

Periksa apakah jalan nafas korban tidak tersumbat dan dia masih bernafas, jika tidak, orang yang terlatih harus melakukan resusitasi kardiopulmoner atau CPR.

"Duri atau puing ikan pari yang terlihat dangkal dapat dihilangkan dengan pinset atau dengan tangan," kata Dr. Chong.

Jika itu adalah luka tusukan yang dalam, terutama di leher, dada atau perut, jangan berusaha melepaskan duri tetapi biarkan tim medis darurat menanganinya.

Untuk mengurangi rasa sakit, Dr Chong merekomendasikan untuk merendam anggota tubuh yang terkena dalam air panas dengan suhu antara 40 hingga 45 derajat Celcius. “Mandi air panas juga memungkinkan,” ujarnya.

Jika air panas tidak tersedia, tempelkan kompres panas pada luka. Jika tidak, gunakan kompres dingin atau buatlah dengan membungkus es di dalam kantong plastik kering.

Menurur Dr. Ho, sengatan ikan pari membutuhkan penanganan medis. Karena luka ikan pari umumnya memerlukan suntikan tetanus. Selain itu, pemeriksaan juga diperlukan untuk memastikan tidak adanya jaringan yang mati atau seberapa parah tingkat infeksi yang ditimbulkan.

Seperti diketahui, duri di dekat pangkal ekor ikan pari seperti pisau bergerigi yang terselubung dan mengandung kelenjar racun. Menurut laporan Singapore Medical Journal (SMJ), ketika duri menembus daging, selubungnya pecah, memungkinkan racun masuk ke luka.

Racun ini menyebabkan pembuluh darah mengerut dan menyebabkan sirkulasi darah tidak lancar. Kekurangan oksigen dapat menyebabkan kulit membiru dan jaringan yang terkena rusak dan mati.

Baca Juga: Racun Sengatan Ikan Pari Sangat Mematikan, Ini Langkah Pertolongan Pertama
Teknologi Mampu Tingkatkan Produksi Budi daya Ikan Wader

"Sengatan dari ikan pari sering kali mengakibatkan kombinasi luka tusuk dan luka di kulit. Nyeri dapat bertahan selama berjam-jam, seringkali parah dan dapat menyebar ke anggota tubuh yang terkena. Biasanya juga terdapat banyak pendarahan. dari luka," ungkap Dr. Chong, seperti dilansir Channel News Asia.

Sementara, menurut Dr. Keith Ho, kepala Pusat Perawatan Mendesak di Rumah Sakit Alexandra, sengatan pari terkadang juga menimbulkan gejala seperti mual, muntah, diare, keringat dingin, pingsan atau kejang.

Video Terkait