Terungkap, Ini Alasan Kenapa Gurita Punya 3 Jantung dan 7 Otak

Ilustrasi Gurita (Unspalsh)

Editor: Dera - Jumat, 16 April 2021 | 14:10 WIB

SariAgri - Berbeda dengan kebanyakan binatang, gurita di kenal sebagai hewan laut yang punya sedikit keunikan terkait organ vital, yakni memiliki tiga jantung. Menurut para ahli, hal itu berkaitan dengan darah biru yang dimiliki gurita serta mekanisme proses pemompaan oksigen dalam tubuh mereka.

Pada gurita, kedua jantung tepi berfungsi memompa darah melalui insang untuk mengambil oksigen. Jantung pusat kemudian mengedarkan darah yang mengandung oksigen ke seluruh tubuh untuk menyediakan energi bagi organ dan otot.

Melansir News Scientist.com, gurita adalah cephalopoda yang secara harfiah berarti "kaki kepala". Seperti tiga anggota kelompok lainnya, cumi-cumi, sotong dan nautilus, gurita memiliki darah biru, karena menggunakan protein kaya tembaga untuk mengangkut oksigen. Ini membantu menjelaskan mengapa mereka membutuhkan tiga jantung.

Pada manusia, darah merah dihasilkan dari protein berbasis zat besi yang disebut hemoglobin yang dibawa dalam sel darah merah. Sedangkan cephalopoda (gurita) menggunakan protein berbasis tembaga yang disebut haemocyanin yang jauh lebih besar dan bersirkulasi di plasma darah. Haemocyanin kurang efisien dalam mengikat oksigen dibandingkan dengan hemoglobin.

Untuk itulah, gurita mengimbanginya dengan memiliki tiga jantung. Dua jantung "cabang" yang menerima darah terdeoksigenasi dari seluruh tubuh dan memompanya melalui insang, sedangkan satu jantung "sistemik" yang mengambil darah kaya oksigen itu, meningkatkan tekanannya dan kemudian mengedarkannya ke seluruh tubuh.

Selain itu, gurita juga memiliki sembilan otak, di mana otak pusat di antara mata mereka dan otak mini di setiap lengan. Jaringan otak ini terkenal intensif bahan bakar, karena gurita juga membutuhkan oksigen untuk menggerakkan ototnya.

Saat bergerak, gurita suka merangkak di sepanjang dasar laut. Mereka juga bisa berenang dengan kecepatan tinggi, didorong oleh semburan air yang mereka tembak dari tabung yang disebut siphon. Namun saat berenang, jantung sistemik tidak berdetak sehingga mudah lelah.

Ada sekitar 300 spesies gurita, mulai dari ukuran gurita Pasifik raksasa yang beratnya bisa mencapai 50 kilogram, hingga Octopus wolfi yang mungil, kurang dari satu gram. Hampir semua gurita hidup soliter.

Mereka hidup di berbagai habitat mulai dari zona intertidal hingga perairan dalam dan di sinilah memiliki darah biru menjadi menguntungkan.

Baca Juga: Terungkap, Ini Alasan Kenapa Gurita Punya 3 Jantung dan 7 Otak
Benarkah Gurita Saat Tidur Bisa Bermimpi Seperti Manusia?

Haemocyanin tampaknya membantu gurita mengangkut oksigen secara efisien di lingkungan yang sangat bervariasi dalam suhu dan tingkat oksigen. Ini sangat efisien di lautan dingin yang merupakan keuntungan bagi spesies seperti gurita Antartika.

Namun, haemocyanin kehilangan kemampuannya untuk mengikat oksigen saat keasaman meningkat. Itu bukan pertanda baik bagi gurita karena perubahan iklim membuat lautan lebih hangat dan lebih asam.

Video Terkait