Penyelundupan Bibit Lobster dari Bandara Juanda Kembali Digagalkan

Penyelundupan baby lobster ke Batam dengan dibungkus spons plastik digagalkan petugas di Bandara Juanda Surabaya (Sariagri/Arief L)

Penulis: Andry, Editor: Reza P - Jumat, 16 April 2021 | 10:45 WIB

SariAgri - Petugas Bea Cukai dan Satgas Pengamanan kembali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 80 ribu baby lobster ke Batam melalui bandara Juanda Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur. Untuk mengelabui petugas, pada paket baby lobster senilai Rp8 miliar ini ditulis bahan garmen dan makanan.

Oleh pemiliknya puluhan ribu ekor baby lobster ini diselundupkan melalui kargo dengan menggunakan pesawat citilink QG-950. Baby lobster tersebut dikemas dalam 80 kantong dengan rincian per kantongnya berisikan seribu ekor.

Menurut kepala bea cukai Juanda, Budi Harjanto, terungkapnya kasus ini setelah petugas mendapatkan informasi dari masyarakat, terkait akan ada upaya penyelundupan baby lobster melalui bandara juanda sejak seminggu lalu.

Petugas kemudian memperketat pengawasan setiap calon penumpang di area keberangkatan domestik berikut barang bawaan dan kargo pesawat di cargo terminal 1 yang akan berangkat ke tujuan Batam.

Setelah beberapa hari petugas melakukan pemantauan, akhirnya berhasil mengamankan dua buah paket kargo berisi 80 ribu baby lobster. Paket kargo berisikan baby lobster ini atas nama sebuah perusahaan di Surabaya dan akan dikirim ke batam dengan alamat atas nama Afrizal Pranata.

“Upaya penyelundupan baby lobster ini kembali berhasil kami gagalkan setelah petugas melakukan pemantauan. Terbongkarnya penyelundupan ini atas informasi dari masyarakat yang menyebutkan ada sebanyak 80 ribu ekor baby lobster jenis pasir yang dikemas dalam plastik spon basah akan diselundupkan ke Batam,“ papar Budi Harjanto kepada SariAgri, Kamis (15/4).

Baby lobster yag berhasil diselamatkan  dari penyelundupan ke Batam (Sariagri/ Arief L)
Baby lobster yag berhasil diselamatkan dari penyelundupan ke Batam (Sariagri/ Arief L)

Bahkan untuk mengelabuhi petugas, paket itu dituliskan dalam surat muatan udara (SMU) nomor 888-43714650 dengan pemberitahuan sebagai general cargo_garment_elektronik_textile doc paket. Tapi faktanya berisi baby lobster.

Tidak hanya mengelabui dalam dokumentasi, kemasan barang juga disamarkan dengan daun-daun pisang dan kerupuk serta dibungkus ulang menggunakan kardus. Bentuk kemasan dimodifikasi sehingga tidak menyerupai box sterofoam pada umumnya.

Baca Juga: Penyelundupan Bibit Lobster dari Bandara Juanda Kembali Digagalkan
Ikuti Saran Ombudsman, KKP Tidak Akan Ekspor Benur

"Hingga saat ini, petugas kami masih melakukan upaya pengembangan untuk mencari pemilik ataupun penerima baby lobster tersebut. Sedangkan pengirimnya Pengiriman melalui ekspedisi PT.CDA," terangnya.   

Ini adalah penggagalan upaya penyelundupan baby lobster kedua selama tahun 2021 melalui Bandara Internasional Juanda. Terkait pengungkapan penyelundupan ini, petugas masih terus melakukan pengembangan. Termasuk bekerjasama dan bersinergi dengan komunitas bandar udara juanda, yakni Bea dan Cukai Juanda, BKIPM Surabaya I, Lanudal Juanda serta PT Angkasa Pura I

 Video Terkait:

Video Terkait