Optimalkan Olah Perikanan di Tengah Keterbatasan Lahan Perkotaan

Budi Daya Lele Sistem Bioflok. (Sariagri/Arif Ferdianto)

Editor: Arif Sodhiq - Senin, 22 Maret 2021 | 17:10 WIB

SariAgri - Banyak cara yang dapat dilakukan dalam memanfaatkan keterbatasan lahan pekarangan di perkotaan. Salah satunya untuk budidaya ikan dalam ember atau bioflok yang bernilai ekonomi.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan Komisi IV DPR menggelar Pelatihan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan di Kota Bogor, Jawa Barat. Pelatihan itu sebagai upaya mengatasi terbatasnya lahan kota untuk sumber pangan.

"Di kota tidak banyak orang memiliki lahan yang luas. Namun, kita bisa menyiasatinya dengan pemanfaatan lahan pekarangan rumah untuk berbudidaya bioflok atau budidaya ikan dalam ember," ujar Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan KKP Sjarief Widjaja.

Sjarief Widjaja berharap pelatihan itu mampu mendorong pengembangan industri pengolahan ikan di Kota Bogor yang sejalan dengan terobosan Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono yang akan mengembangkan kampung-kampung tematik perikanan di berbagai wilayah Indonesia.

Tujuan pelatihan itu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat seiring dengan pemulihan ekonomi nasional, sekaligus menggairahkan gerakan berbasis kearifan lokal.

Untuk itu para peserta dibekali dengan berbagai materi pengolahan dari hulu ke hilir mulai dari cara membuat siomay, sambal tomat lele, otak-otak rebus, pengemasan, hingga pemasaran.

Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan KKP Lilly Aprilya Pregiwati berharap pelatihan itu dapat dijadikan dasar bagi masyarakat untuk mengkreasikan lebih banyak lagi jenis produk olahan ikan. Bahkan tidak menutup kemungkinan, inovasi olahan berbahan dasar ikan itu bisa dijadikan oleh-oleh khas Bogor yang baru.

“Memang kalau kita lihat di Kota Bogor ini belum ada oleh-oleh khusus yang bercirikan ikan. Paling seringnya beli roti mulai dari roti unyil, lapis talas, maupun beragam roti lainnya. Tapi oleh-oleh khusus berciri ikan ini belum ada,” kata Lilly.

Setelah pelatihan berakhir, lanjut dia, penyuluh akan terus mendampingi peserta yang berminat membuka wirausaha olahan ikan. Pendampingan yang diberikan mulai dari pengolahan, pengemasan hingga proses pemasaran.

Selain berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pengembangan olahan hasil perikanan juga bermanfaat untuk meningkatkan konsumsi ikan di tengah masyarakat.

Konsumsi ikan di Jawa Barat masih sangat rendah dibandingkan rata-rata konsumsi ikan nasional. Angka konsumsi ikan nasional tahun 2019 itu 54,49 kg/kapita/tahun. Sedangkan di Jawa Barat angka konsumsi ikan baru 29,64 kg/tahun.

"Masih sedikit. Bahkan di tahun 2021, target konsumsi ikan nasional meningkat lagi menjadi 58,08 kg/tahun per orang. Untuk itu, ke depannya kita harus berpikir bagaimana menyiasati supaya masyarakat lebih banyak makan ikan. Salah satunya lewat olahan ikan ini. Dengan begitu, kita dapat mencapai ketahanan pangan keluarga," jelas Lilly.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Anas S. Rasmara mengatakan sebenarnya daerahnya memiliki produksi perikanan yang tinggi sekitar 5.537 ton/tahun. Namun sebagian besar masih dimanfaatkan secara konvensional.

Baca Juga: Optimalkan Olah Perikanan di Tengah Keterbatasan Lahan Perkotaan
Gali Kreativitas, KKP Latih Budidaya Ikan Cupang Hias Bogor

Menurut dia, pelaksanaan kegiatan pelatihan pengolahan dan pemasaran kali ini sangat tepat untuk meningkatkan nilai tambah produk-produk perikanan di Kota Bogor.

Pelatihan KKP di Aula Balitro dan Gedung PSEKP, Kota Bogor pada 19-20 Maret 2021 itu berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan. Jumlah peserta 100 orang yang merupakan masyarakat setempat. 

Video Terkait