Peneliti: Mikroalga Simpan Potensi Baik bagi ikan dan Udang

Ilustrasi mikroalga (Foto: Istimewa)

Editor: M Kautsar - Selasa, 9 Maret 2021 | 13:10 WIB

SariAgri - Peningkatan prevalensi penyakit akibat  virus adalah salah satu dampak adanya intensifikasi sektor akuakultur yang meningkatkan produksi limbah ke lingkungan. Penggunaan mikroalga sebagai Immunostimulan adalah salah satu metode efektif untuk mengatasi penyakit viral.

Menurut dosen budi daya perikanan Universitas Ibrahimy, Ach Khumaidi selain murah dan aplikatif mikroalga juga memiliki manfaat luas dalam perikanan.

Khumaidi mengingatkan pentingnya pemanfaatan mikroalga untuk menangulangi serangan virus pada budi daya ikan dan udang.

Dia mengungkapkan pemanfaatan mikroalga dinilai efektif untuk mengatasi penyakit viral yang memiliki penyebaran cepat dan tingkat mortalitas tinggi. Sebab, mikroalga memiliki berbagai kandungan bahan aktif yang dapat berfungsi sebagai antivirus, antibakteri dan immunostimulan.

“Karena mahalnya vaksinasi serta obat antivirus, menjadikan mikroalga yang memiliki fragmen pigmen seperti astaxanthin, Fucoxanthin, betakaroten, Phycocyanin dan asam lemak omega seperti ALA, DHA dan EPA yang dapat berfungsi sebagai antivirus dan immunostimulan, potensial untuk dimanfaatkan,” kata Khumaidi kepada Sariagri, Selasa (9/3).

Khumaidi mengatakan dalam penelitian yang pernah dilakukanya, fragmen pigmen dari mikroalga spesies Nannochlropsis oculata dapat meningkatkan survival rate (SR) dari ikan kerapu yang terserang Viral Necrosis Virus (VNN) karena memicu produksi beta-actin pada ikan.

“Fragmen pigmen dari spesies tersebut dapat merangsang produksi beta-actin yang berfungsi sebagai penjaga struktur sel dan meningkatkan respon imun dalam mengeliminasi virus RNA (VNN),” ungkapnya.

Dalam penelitian yang lain, Khumaidi menyebutkan beberapa kandungan asam lemak dari mikroalga Amphora sp. juga dapat menjadi antivirus untuk menanggulangi penyakit viral pada budi daya. Ikan kerapu cantang yang terserang VNN menunjukkan respon histoimunologi yang positif dan SR-nya bisa mencapai 83 persen.

“Asam lemak seperti asam arachidonic dan asam palmitoleic dan asam amino seperti Valine dan L-Norleucine pada Amphora sp. dapat menjadi antivirus pada Cytoegalovirus, Rhinovirus, Adenovisrus, Picornavirus, dan Adhenvirus,” paparnya.

Lebih jauh Khumaidi menurutkan masih banyak ekstrak spesies mikroalga lain yang dapat diaplikasikan sebagai penanggulangan penyakit viral budi daya. Mikroalga diakuinya, memiliki banyak sekali manfaat bagi akuakultur.

“Namun tantangannya saat ini adalah bagaimana kita melakukan standarisasi sehingga dapat memproduksi dan mengaplikasikan mikroalga dan substansinya secara tepat guna,“ tandasnya. 

“Untuk menjawab tantangan tersebut peran kita sebagai akademisi tentunya sangat diperlukan guna mengetahui ketepatan dosis, pengunaan dan metode produksi sehingga bisa mendapatkan kualitas yang sama diseluruh Indonesia,” ucap dia.