Banjir Kalsel Berdampak Pada Kelompok Budidaya Ikan Barito Koala

Kolam-kolam ikan milik kelompok perikanan di sejumlah kecamatan di wilayah Kabupaten Barito Kuala rusak karena banjir (Sariagri/Ibrahim)

Editor: Andry - Jumat, 5 Februari 2021 | 18:00 WIB

SariAgri -  Bencana banjir yang melanda Kalimantan Selatan pada Bulan Januari lalu, ternyata  berdampak juga  pada kelompok perikanan di sejumlah wilayah kecamatan di wilayah Kabupaten Barito Kuala. Kolam-kolam warga yang terendam air , membuat ikan peliharaan  bebas keluar dari kolam dan ikut aliran air banjir masuk sungai atau tempat lain. Akibatnya  petani di kelompok perikanan hanya bisa gigit jari , kolam-kolam ikannya hanya berisi air saja. 

Saat dikonfirmasi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Barito Kuala Rahmanuddin Murad Jumat (5/2) mengatakan, dari 17 wilayah kecamatan yang ada di wilayah kabupaten Barito Kuala,  ada 8 wilayah kecamatan kelompok perikanan terdampak banjir. Itu artinya lebih dari setengah wilayah  Barito Koala terdampak banjir.

" Adapun 8 wilayah kecamatan yang terdampak diantaranya, wilayah Kecamatan Rantau Badauh, Tabunganen,Tamban, Cerbon,Barambai, Alalak, Mekarsari dan wilayah kecamatan anjir muara” kata Rahmanuddin Murad.

Dari 8 wilayah kecamatan terdampak banjir tersebut, ada terdapat 40 kelompok budidaya ikan yang terdampak banjir. Dengan kerugian total seluruh kelompok budidaya ikan mencapai, Rp 2.274.330.000. Kolam-kolam warga tergenang banjir , sehingga budi daya ikan tawar berupa ikan patin, nila, mas, lele, gurami, betok dan gabus habis terbawa air bah.

Baca Juga: Banjir Kalsel Berdampak Pada Kelompok Budidaya Ikan Barito Koala
Agroeduwisata Kebun Bibit Cilangkap Destinasi Wisata Pertanian Ibu Kota

Kini untuk  meringankan beban kelompok budidaya ikan ini, pihak dinas akan  mengajukan bantuan berupa benih ikan dan pakan dari Balai Benih Kalsel dan juga dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jika ini disetujui petani akan bisa memulai lagi usaha perikanannya dan bangkit dari bencana.

“Kita akan segera mengajukan bantuan benih ikan dan pakan, agar petani bisa memulai Kembali usahanya,” pungkas Rahmanuddin.

Video Terkait