Tingkatkan Produksi Udang, Pemerintah Siapkan Industri Kincir dan Pompa Air

Ilustrasi tambak (wikimedia commons)

Editor: Arif Sodhiq - Rabu, 13 Januari 2021 | 09:00 WIB

SariAgri - Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo dan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya melakukan riset terkait kincir air dan pompa air untuk mendukung industri tambak perikanan budidaya. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mendorong pengembangan dua alat tersebut menjadi produk karya anak bangsa.

"Nantinya produk ini bisa direalisasikan dan digunakan oleh industri tambak perikanan budidaya secara massal," ujar Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Maritim dan Investasi Safri Burhanuddin.

Presiden Joko Widodo menjadikan industri perikanan budidaya masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, khususnya revitalisasi tambak di sektor udang dan bandeng. Produksi udang nasional tahun 2024 ditargetkan 1.290.000 ton dengan nilai produksi Rp90,3 triliun dan luas lahan 120.400 hektare.

Untuk mencapai target itu diperlukan langkah-langkah yang tepat. Salah satunya dengan melakukan pengembangan kincir air dan pompa air karya anak bangsa.

Pada tahun 2020 proses membangun kincir air dan pompa air untuk meningkatkan produksi udang nasional sudah sampai pada tahap riset oleh Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo. Tahun ini, hasil riset akan direalisasikan dan nantinya diproduksi BUMN seperti PT Barata Indonesia.

"Rencana aksi sudah disusun dengan teman-teman dari PT. Barata Indonesia. Modelnya juga sudah ada dan kita bisa langsung coba di lapangan," ungkap Direktur Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo Hery Riady.

Baca Juga: Tingkatkan Produksi Udang, Pemerintah Siapkan Industri Kincir dan Pompa Air
Industri Kincir dan Pompa Air Dorong Produksi Udang Nasional

Sementara itu perwakilan PT Barata Indonesia Sony Diantara mengatakan kerja sama siap dilaksanakan.

"Kami rencanakan di Februari, setelah nota kesepahaman disepakati, nanti tinggal gambar dari desain kincir air dan pompa air tersebut diberikan kepada kami supaya nanti kami bisa membuat prototype (purwarupa)-nya," katanya.

Rencananya pada Februari 2021 proyek tersebut dapat dilakukan uji coba di beberapa kawasan tambak udang. Selanjutnya proyek tersebut akan dipresentasikan kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Menteri KKP, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Menteri BUMN pada Maret 2021.


V

Video Terkait