KKP Klaim UU Cipta Kerja Permudah Nelayan Melaut

Ilustrasi nelayan (Antara)

Editor: Dera - Sabtu, 10 Oktober 2020 | 12:00 WIB

SariAgri - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan UU Cipta Kerja membawa banyak manfaat bagi nelayan di Indonesia, khususnya nelayan kecil. Penyederhanaan izin membuat mereka lebih mudah melaut sehingga produktivitas pun meningkat.

Plt Direktur Jenderal Perikanan Tangkap (Dirjen PT) KKP, Muhammad Zaini menjelaskan, selama ini nelayan mengeluhkan banyaknya perizinan yang harus mereka penuhi. Belum lagi perizinan tumpang tindih karena pengurusannya di instansi berbeda-beda.

Zaini mengemukakan, banyaknya pengurusan izin melalui beberapa instansi dan memiliki masa berlaku yang berbeda-beda menjadi salah satu keluhan. Hal ini akan berdampak pada pekerjaan nelayan yang tidak dapat melaut secara legal.

Zaini memastikan, adanya UU Cipta Kerja adalah solusi dikeluarkannya perizinan oleh satu instansi dan tidak ada perbedaan masa berlaku.

"Kalau begini kan mereka tidak ragu lagi menangkap ikan di laut" tegas Zaini.

Seperti diketahui, sebagian besar nelayan Indonesia merupakan nelayan kecil dan menengah yang memiliki ukuran kapal di bawah 30 GT dimana jumlahnya mencapai 600 ribuan unit. Sedangkan kapal berukuran di atas 30 GT mencapai 5.400 unit.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebelumnya juga menegaskan, lahirnya UU Cipta Kerja akan memberi banyak manfaat bagi nelayan kecil dan menengah.

Baca Juga: KKP Klaim UU Cipta Kerja Permudah Nelayan Melaut
Ini Kata Menteri Edhy Prabowo Soal UU Cipta Kerja bagi Nelayan

"Yang paling banyak diuntungkan nanti adalah masyarakat nelayan itu sendiri. Kepastian usaha mereka, kepastian perizinan mereka dan kekhawatiran mereka terhadap kriminalisasi di tengah laut juga tidak ada lagi," ungkap Edhy.

Edhy berharap dengan adanya kemudahan perizinan bagi nelayan di UU Cipta Kerja ini akan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat. (Sariagri/Arif Ferdianto)

Video Terkait