Kombinasi Aquaponik dan Budikdamber, Warga Palembang Panen Sayuran dan Ikan

Seorang warga Palembang panen ikan lele dan sayuran dengan mengkombinasikan Aquaponik dan Budikdamber (SariAgr/Bob Prasetyo)

Editor: Arya Pandora - Rabu, 30 September 2020 | 17:15 WIB

SariAgri -  Bertani di lahan yang sempit menuntut pelaku untuk berinovasi. Seperti yang dilakukan Tahyudi, warga Lorong Setia, Kelurahan Talang Bubuk, Kecamatan Plaju, Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Ia memadukan sistem pertanian Aquaponik dengan budidaya ikan dalam ember (Budikdamber). Hasil yang didapat dari kombinasi sistem tersebut lebih maksimal. Ia bisa memanen berbagai jenis sayuran dan ikan lele secara bersamaan.

Tahyudi menceritakan untuk sistem Budikdamber, ia telah merintis sejak 2019 lalu. Jenis ikan yang dipeliharanya yakni ikan lele. Sementara, sayuran yang ditanamnya yakni kangkung. Seiring waktu, ia pun mempelajari sistem pertanian Aquaponik dari aplikasi video YouTube.

Menurutnya, sistem Aquaponik dan Budikdamber memiliki kemiripan. Bedanya untuk Aquaponik biasanya diterapkan di kolam besar dengan instalasi pipa untuk tanaman. "Lalu, saya coba mengkombinasikan dengan Budikdamber yang saya miliki. Ternyata berhasil dan hasilnya lebih optimal," ujar Tahyudi saat disambangi SariAgri di kediamannya, Rabu (30/09).

Tahyudi menerangkan pertanian yang dimilikinya dicontoh oleh warga sekitar kediamannya. Kemudian mereka pun membentuk kelompok tani. Saat ini, ada sekitar 4 kelompok tani Aquaponik Budikdamber yang masing-masing beranggotakan 10 orang petani.

Setiap panen, masing-masing penggiat Aquaponik Budikdamber bisa menghasilkan 3-5 kilogram sayur kangkung dengan dua kali panen dalam sebulan. tanaman kangkung sendiri bisa bertahan hingga 3 bulan. Sementara ikan lelenya dipanen 2-3 bulan sekali dengan panen rata-rata 90-100 kilogram

"Biasanya bibit yang disebar sampai 1000 ekor untuk memenuhi ember yang ada. Kalau perawatannya bagus, tingkat ketahanan hidup lele bisa mencapai 95 persen," tuturnya.

Hasil panen yang didapat, kata Tahyudi bisa menambah pendapatan keluarga. Rata-rata keuntungan yang didapat setiap kali panen sekitar Rp500 ribu. Untuk penjualan sayur maupun ikan lele. "Lumayan untuk tambahan kebutuhan dapur. Apalagi di tengah krisis Pandemi saat ini. Sangat membantu sekali," ucapnya.

Baca Juga: Kombinasi Aquaponik dan Budikdamber, Warga Palembang Panen Sayuran dan Ikan
Lahan Pertanian di Atap Gedung Terluas di Eropa Berada di Kota Ini

Tahyudi menuturkan beberapa hal yang perlu diperhatikan yakni kondisi air dalam ember yang perlu dicek setiap hari. Ketika air berubah menjadi hijau dan berbau busuk, nafsu makan ikan menurun dengan kondisi kepala ikan di atas, dan ekor di bawah. Selain itu akan mempengaruhi kondisi tanaman diatasnya.

"Biasanya kalau sudah begitu segera kita ganti air dan menyedot kotoran di dasar ember dengan selang," pungkasnya. (Bob Prasetyo/SariAgri Sumatera Selatan)

Video Terkait