Negara Bagian Odisha Perkenalkan Teknologi Budi Daya Ikan Bioflok

Ilustrasi ikan air tawar. (Pixabay/ Bishnu Sarangi)

Editor: M Kautsar - Selasa, 25 Agustus 2020 | 09:04 WIB

SariAgri -  Pemerintah Negara Bagian Odisha di India meluncurkan skema baru untuk mempromosikan budi daya ikan secara intensif melalui teknologi bioflok. Skema itu dimaksudkan untuk menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat selama masa pandemi.

Menteri perikanan dan Sumber Daya Hewan India, Arun Kumar Sahoo, menjelaskan bahwa skema tersebut akan memberikan dukungan bagi pengusaha, pemuda pengangguran, dan petani ikan untuk meningkatkan produksi ikan di Negara Bagian Odisha. Menurutnya, skema tersebut cocok untuk kaum muda yang menjadi pengangguran selama pandemi.

Sistem budi daya berbasis bioflok merupakan teknologi baru untuk mempromosikan produksi ikan atau udang secara intensif di wilayah terbatas, tanpa menambah luas dasar air dan lahan.

Seseorang yang memiliki lahan berukuran kecil, misalnya 150 hingga 200 meter persegi, dan memiliki pasokan air ledeng atau air sumur bor dapat membangun bisnis ini dengan investasi yang kecil.

Program ini bertujuan untuk mendukung para pembudi daya ikan dan wirausahawan muda agar menghasilkan pendapatan dan menyediakan mata pencaharian bagi mereka.

Sistem bioflok cocok untuk membudidayakan spesies ikan air tawar seperti GIFT Tilapia, Magur, Pangasius, Anabas, Common Carp, dan lain sebagainya, sesuai dengan permintaan pasar lokal.

Dalam teknologi Bioflok, limbah organik yang ada di dalam tangki akan dicerna menggunakan probiotik (bakteri penolong) dan sumber karbon untuk diubah menjadi pakan ikan.

Dalam sistem pertanian berbasis tambak biasa, satu hektar tangki tanah seluas 4.000 meter persegi dapat menghasilkan sekitar 2.000 kilogram ikan dalam 6 bulan.

Sementara dalam sistem budi daya ikan bioflok, ikan seberat 2.000 kilogram dapat dihasilkan menggunakan 4 tangki kecil berdiameter 4 meter dan kedalaman 1,2 meter yang dipasang di area lantai berukuran sekitar 100-150 meter persegi.

Setiap tangki bioflok diisi sekitar 1.000-1.500 ikan berkualitas berukuran 2-3 centimeter atau benih berukuran 8-10 centimeter. Ikan akan tumbuh menjadi sekitar 200 gram dalam 3 bulan, dan 700-800 gram dalam waktu 6 bulan. Ikan dapat dipanen sebagian setiap hari untuk menghasilkan pendapatan harian bagi para petani.

Sistem perikanan bioflok cocok untuk dilakukan di daerah perkotaan dan semi perkotaan karena dapat dipasang di teras atau halaman belakang gedung.

Sistem tersebut menawarkan ikan hidup yang segar bagi pelanggan di sekitarnya dan menghasilkan harga pasar yang lebih tinggi bagi produsen.

Biaya per unit untuk pemasangan unit bioflok 2 tangki adalah Rs 1,50 lakh (sekitar Rp30 juta), sedangkan unit bioflok 6 tangki berharga sekitar Rs 4 lakh (sekitar Rp80 juta).

Dalam skema ini, Pemerintah Negara Bagian Odisha akan memberikan subsidi 40 persen, dan subsidi 60 persen khusus diberikan kepada penerima manfaat SC & ST.

Pemerintah juga akan memberikan pengetahuan teknis agar masyarakat dapat menerapkan skema tersebut dengan baik.

Teknologi bioflok ini akan memberikan dorongan untuk mempercepat produksi ikan dan mendorong pemilik lahan kecil dan para pengusaha agar melakukan budi daya ikan di Negara Bagian Odisha.

Video Terkait