Tertarik Budidaya Ikan Papuyu? Ikuti Langkah Berikut Ini

Ilustrasi ikan papuyu. (KKP)

Penulis: Tanti Malasari, Editor: Dera - Jumat, 2 Desember 2022 | 15:15 WIB

Sariagri - Ikan papuyu atau nama latinnya Anabas testudneus adalah salah satu jenis ikan air tawar yang cukup populer. Ikan ini berasal dari Indonesia, tepatnya di daerah Kalimantan Selatan ikan ini sangat mudah ditemukan. Tak heran jika ikan ini banyak diolah menjadi hidangan saat upacara adat suku Banjar.

Namun sayang, saat ini populasinya kian berkurang. Hal ini membuat peluang budidaya ikan papuyu cukup potensial. Sebelum mulai budidaya, sebaiknya Sobat Agri mengetahui ciri-ciri ikan papuyu jantan dan betina.

Perbedaannya dapat dilihat dari tanda tubuhnya. Untuk ikan papuyu betina, bentuk tubuhnya memanjang, dengan perut agak gendut. Selain itu warna betina cenderung kusam, gerakannya lamban, dan lubang kelaminnya membulat.

Sementara, ikan papuyu jantan, ditandai dengan bentuk tubuh membulat dan gerakan yang lebih lincah. Untuk warnanya biasanya lebih cerah, dan lubang kelamin memanjang.

Cara mudah budidaya ikan papuyu

Lantas bagaimana cara melakukan budidayanya, yuk simak langkah-langkahnya berikut ini.

1. Melakukan pemijahan

Langkah pertama adalah melakukan pemijahan, dengan membuat induced spawning. Caranya siapkan akuarium berukuran 60 cm × 50 cm × 45 cm dan keringkan selama 3 hari.

Kemudian, isi air setinggi 30 cm, dan hidupkan 2 titik aerasi. Biarkan hidup saat selama pemijahan. Suntik induk ikan papuyu betina di sore hari dengan menggunakan ovaprim dosis 0,5 ml/kg dan masukkan ke akuarium. Begitu juga dengan ikan papaya jantan, dengan perbandingan 4:1.

Pemijahan akan terjadi saat tengah malam sampai pagi hari, dengan menghasilkan telur hasil pemijahan yang menempel di dinding akuarium.

2. Pemeliharaan larva

Lakukan penetasan telur khusus di akuarium pemijahan. Jangan lupa untuk memindahkan induk yang sudah bertelur ke kolam pematangan gonad. Setiap induk betina dapat menghasilkan larva sekitar 14.500 ekor.

Pada suhu 29-30 derajat Celsius, telur ini akan menetas sekitar 20-24 jam. Kemudian selama 3 hari penuh, larva dipelihara sampai kuat untuk berenang. Berikan larva pakan berupa artemia atau adlibitum.

3. Pendederan tahap I

Pendederan I dilakukan di dalam hapa yang terpasang di kolam. Kamu perlu menyiapkan kolam berukuran 200 m2 lalui si air setinggi 40-60 cm. Lalu tebarkan 4 karung kotoran ayam atau hewan ternak lainnya. Biarkan selama 4-5 hari.

Jangan lupa memasang 4-10 hapa berukuran 200 cm × 100 cm × 80 cm dengan tiang-tiang bambu. Masukkan sekitar 2.000 ekor larva. Beri pakan tambahan seperti pelet halus dalam seminggu saat larva telah berukuran 0,5 cm.

4. Pendederan tahap II dan III

Masuk ke tahap pendederan II. Sebenarnya sama seperti pendederan I, yang membedakan hanya pada penebaran benih yang berasal dari pendederan I dengan kepadatan 200-300 ekor/m2 dan beri pakan tambahan pelet halus sebanyak kurang lebih 500 g/hari di awal.

Lalu bertambah menjadi 750 g/hari minggu kedua, 1.000 g/hari di minggu ketiga atau juga bisa sesuai kebutuhan dengan jangka waktu pendederan II selama 1 bulan dan saat itu benih telah mencapai ukuran 1-3 cm.

Sementara untuk pendederan III, tidak jauh berbeda dengan pendederan I yang dilakukan selama 30 hari dan benih telah mencapai ukuran 3-5 cm.

Baca Juga: Tertarik Budidaya Ikan Papuyu? Ikuti Langkah Berikut Ini
Ikan Sidat Miliki Potensi, Begini Teknik Budidayanya

5. Perawatan

Langkah selanjutnya adalah perawatan untuk membesarkan ikan papuyu. Perawatan ini dilakukan di kolam berukuran 500 m2. Caranya yaitu keringkan kolam selama 4-6 hari, lalu isi air setinggi sekitar 40-60 cm.

Jika sudah, tebarkan 6 karung dari kotoran ayam atau burung puyuh dan biarkan selama 4-5 hari. Tebarkan benih yang asalnya dari pendederan II dengan kepadatan 50 ekor/m2 lalu diberi pakan berupa pelet 5%/hari.

Lakukan perawatan ini selama 6 bulan dan agar ikan papuyu semakin membesar mencapai 60-75 gram.