Ilmuwan Temukan Obat Anti Nyeri Berbahan Alga Pertama di Dunia

Ilustrasi Tumbuhan Alga (Istimewa)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 28 November 2022 | 18:15 WIB

Sariagri - Ilmuwan Selandia Baru telah menemukan cara untuk memproduksi obat anti nyeri berbahan alga pertama di dunia yang tidak menyebabkan ketagihan. Diharapkan, terobosan para ilmuwan di Cawthron Institute di Nelson ini bisa menjadi alternatif pengganti pengobatan anti nyeri opioid yang adiktif.

Para peneliti meyakinkan bahwa obat baru berbasis alga ini memberikan pereda nyeri jangka panjang yang lebih baik untuk pasien yang mengikuti berbagai jenis operasi, dan untuk mengobati nyeri lokal yang parah.

Menteri Pertanian Selandia Baru, Damien O'Connor, mengatakan tim peneliti telah mengembangkan metode yang dapat diandalkan dan berskala komersial untuk memproduksi neosaxitoxin toksin kerang yang ditemukan di mikroalga laut (Alexandrium pacificum).



"Jadi jika senyawa ini dikombinasikan dengan anestesi lokal yang ada, akan menghasilkan penghilang rasa sakit yang lebih efektif dan tahan lama yang tidak membuat ketagihan," jelasnya seperti dilansir nzherald.co.nz.

Proyek penelitian dan pengembangan obat berbasis alga ini didanai oleh Pemerintah bermitra dengan Cawthron pada 2020, dengan investasi masing-masing sebesar 950.000 dolar.

Baca Juga: Ilmuwan Temukan Obat Anti Nyeri Berbahan Alga Pertama di Dunia
Berbagai Ancaman Penyakit Pada Budidaya Udang Galah



Sebelumnya, para ilmuwan telah mencoba mengembangkan obat anestesi lokal berbasis neosaxitoxin selama lebih dari dua dekade, tetapi terhambat oleh akses untuk mendapatkan neosaxitoxin murni komersial dalam skala besar.

"Neosaxitoxin sangat kompleks untuk dibuat secara kimia, dan Cawthron telah mengembangkan cara untuk menghasilkan jumlah yang cukup dari ganggang untuk memenuhi potensi permintaan global," pungkas O'Connor.