Bagan Kambang Hancur Akibat Cuaca Ekstrem, Ratusan Nelayan Tak Melaut

Bagan Kambang Hancur akibat cuaca ektrem. (Sariagri/Iwan K)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 21 November 2022 | 18:45 WIB

Puluhan hingga ratusan nelayan bagan kambang atau jerigen yang bermukim di Pesisir Teluk Betung, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, sejak sekitar dua bulan lalu memilih tidak pergi melaut.

Tidak melautnya para nelayan ke bagan penangkap ikan ini karena khawatir dengan cuaca buruk. Bahkan bisa diterjang gelombang tinggi dan angin kencang yang melanda perairan Pesisir Teluk Lampung.

Akibat cuaca buruk yang melanda kawasan ini, sedikitnya sekitar 30 bagan kambang milik nelayan rusak dan ambrol diterjang ombak dan angin kencang. Kini para nelayan bagan hanya bisa pasrah dan menunggu kondisi cuaca normal kembali.

Seperti yang diungkapkan salah satu nelayan bernama Bedu Remang (65), mengaku sudah hampir sebulan tidak melaut karena takut gelombang tinggi dan angin kencang. Bahkan, tidak sedikit bagan milik nelayan lainnya hancur dan roboh akibat diterjang gelombang dan angin kencang.

“Pastinya khawatir, karena cuaca buruk kini sangat tidak menentu. Banyak bagan nelayan yang rusak dihantam ombak tinggi dan angin kencang,” ungkap Bedu Remang pada Senin (21/11/2022).

Tidak hanya Bedu Remang, nelayan bagan lain bernama Sumarno (55) juga mengaku khawatir karena adanya ancaman angin kencang dan memilih tak melaut. Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya, Sumarno dan nelayan lainnya bekerja apa saja demi untuk keluarga.

“Karena penghasilan utama kami hanya dari laut, jadi kalau tidak melaut ya kami harus bekerja serabutan asalkan keluarga bisa makan,” papar  Sumarno yang diamini beberapa nelayan lain.

Selain tentang kondisi cuaca buruk yang melanda perairan Teluk Betung sejak dua bulan lalu yang membuat mereka takut melaut, para nelayan juga memilih menyandarkan bagannya karena juga sulit mendapatkan pasokan bahan bakar minyak atau BBM untuk melaut.