Petani Cina Buktikan Tanah Salin Bermanfaat untuk Budidaya Udang

Ilustrasi udang vaname (Freepik)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 17 November 2022 | 19:00 WIB

Wang Changgui, seorang ahli akuakultur dari Kota Ordos di Daerah Otonomi Mongolia Dalam Cina utara, mendapatkan hasil yang sukses dari budidaya udang tahun ini. Berkat pakar sci-tech setempat, budidaya udang menjadi sumber pendapatan yang menggiurkan, seperti dilansir Global Times.

Ordos terletak di bagian barat Mongolia Dalam, di mana terdapat sebidang tanah asin yang luas. Dikirim oleh biro pertanian dan peternakan Ordos, Wu Tao mulai bekerja sebagai ahli sci-tech pada tahun 2017. Dia menemukan bahwa salinitas yang tinggi di dalam tanah dapat bermanfaat untuk budidaya udang.

Bibit udang harus didesalinasi (penghilangan kadar garam berlebih) selama 10 hari sebelum tingkat salinitasnya dapat menyamai tingkat salinitas air setempat. Bibit kemudian dibesarkan selama 20 sampai 30 hari tambahan di rumah kaca sebelum dipindahkan ke kolam luar.

Penduduk desa setempat telah terlibat dalam budidaya udang selama beberapa tahun terakhir. Liga Hangjin, tempat Wu bekerja, menargetkan produksi udang tahunan lebih dari 250 ton pada tahun ini, dengan total pendapatan 15 juta yuan (sekitar Rp33 miliar).

Zhu Changbo, seorang peneliti dari Institut Penelitian Perikanan Laut Cina Selatan di bawah Akademi Ilmu Perikanan Cina, mengatakan bahwa air tambak yang digunakan untuk budidaya udang dapat memanfaatkan air asin.

Panen udang sama dengan membuang garam dalam jumlah besar secara langsung dari air. Keberadaan air tambak menaikkan muka air tanah, yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman dan fiksasi tanah untuk menghindari penggurunan.

Baca Juga: Petani Cina Buktikan Tanah Salin Bermanfaat untuk Budidaya Udang
Dua Anak Bangsa Ciptakan Teknologi Oxibam untuk Budidaya Udang Vaname

Para ahli berharap dapat membuat perikanan air asin menjadi bagian unik dari pengelolaan gurun, membangun oasis perikanan di padang pasir. Menurut Kementerian Sains dan Teknologi Cina, pemerintahnya telah mengirim hampir 300.000 pakar sci-tech ke daerah-daerah pedesaan sebagai upaya pengentasan kemiskinan sejak tahun 2012.

Pengiriman tenaga ahli tersebut juga bertujuan untuk mempopulerkan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian, menumbuhkan semangat inovasi sci-tech dan kewirausahaan, meningkatkan upaya pengentasan kemiskinan, serta meningkatkan vitalitas pedesaan.