Nelayan Kesulitan Solar, Ketua MPR Minta KKP dan Pertamina Turun Tangan

Nelayan di Gresik lakukan unjuk rasa. (Sariagri/Arief L)

Editor: Yoyok - Jumat, 28 Oktober 2022 | 17:15 WIB

Sariagri - Masih banyak nelayan kecil yang kesulitan membeli bahan bakar minyak (BBM) subsidi karena BBM langka membuat Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo bereaksi. 

Bamsoet kemudian meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan PT Pertamina untuk dapat memenuhi kebutuhan BBM bagi nelayan.

“KKP dan Pertamina harus menelusuri hal yang menyebabkan tingginya persentase kesulitan nelayan kecil dalam mengakses BBM subsidi dan segera memberikan solusi. Sebab, untuk bisa mendapatkan BBM subsidi merupakan hak bagi nelayan itu,” kata Bamsoet di Jakarta, Jumat (28/10/2022).

Ketua MPR RI juga meminta pemerintah segera memperbaiki dan memberikan kemudahan pengajuan pembelian BBM bersubsidi bagi nelayan skala kecil, dikarenakan selama ini nelayan kecil harus memberikan persyaratan-persyaratan administrasi yang cukup memberatkan.

“Mereka masih harus mempunyai surat rekomendasi, lampiran-lampiran seperti kartu tanda penduduk (KTP) atau kartu tani, surat keterangan usaha, atau surat keterangan spesifikasi peralatan yang digunakan,” ujar Bamsoet.

Menurut Bamsoet, pemerintah seharusnya memberikan kemudahan persyaratan surat rekomendasi bagi nelayan kecil agar mereka bisa mengakses BBM subsidi, dikarenakan selama ini nelayan kecil sulitnya mendapatkan dan mengakses BBM membuat sebagian nelayan kecil di sejumlah daerah berhenti melaut.

Baca Juga: Nelayan Kesulitan Solar, Ketua MPR Minta KKP dan Pertamina Turun Tangan
Nelayan Kesulitan Solar, Ketua MPR Minta KKP dan Pertamina Turun Tangan

Bamsoet kemudian meminta pemerintah memperbaharui data nelayan-nelayan kecil yang ada di Indonesia, agar data tersebut bisa menjadi pedoman dan dasar untuk penentuan dan pengalokasian BBM bersubsidi bagi nelayan kecil. “MPR mengharapkan agar penyerapan kuota BBM bersubsidi bisa optimal dan penyaluran yang tepat sasaran,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Ketua MPR meminta pemerintah segera mengambil kebijakan dalam mendistribusikan BBM subsidi ke daerah-daerah yang langka atau kehabisan BBM subsidi, utamanya di daerah yang masyarakatnya banyak bermatapencaharian sebagai nelayan.