Kesulitan BBM, Nelayan Unjuk Rasa: Kami Butuh Solar Bukan Janji!

Nelayan di Gresik lakukan unjuk rasa. (Sariagri/Arief L)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Selasa, 27 September 2022 | 11:30 WIB

Akibat kesulitan mendapatkan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi, ratusan nelayan di pesisir Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menggelar unjuk rasa.

Demonstrasi tak hanya dilakukan di depan Kantor Kelompok Usaha Bersama (KUB) Rukun Nelayan Campurejo Panceng Gresik, namun juga digelar di atas perahu mereka.

Sambil membentangkan poster dan spanduk, para nelayan menuntut kelangkaan solar bisa segera teratasi. Nelayan ingin pemerintah mempermudah nelayan mendapatkan solar, agar bisa segera melaut dan tidak menganggur.

Ketua Rukun nelayan campurejo, Muzi mengatakan, terdapat sekitar 300 nelayan campurejo yang menggantungkan hidup dari melaut, sehingga keberadaan solar sangat dibutuhkan agar perahu bisa beroperasi.

“Kelangkaan pasokan solar bagi 300 nelayan di campurejo terjadi sudah sejak 3 pekan terakhir, atau tepatnya sejak pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM jenis solar bersubsidi. Terkadang untuk bisa mendapatkan solar, nelayan harus antri selama seminggu,” ujar Muzi kepada Sariagri, Senin (26/9/2022).

Bahkan, imbuhnya, ketika pasokan solar datang, tak jarang nelayan harus rela mengantri hingga 12 jam di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN).

“Mencari ikan menjadi mata pencaharian nelayan satu-satunya. Sebab jika tidak mendapat solar untuk melaut keluarga nelayan tidak bisa makan atau tidak ada ikan tangkapan yang bisa dijual,” keluh Muzi mewakili aspirasi nelayan lainnya.   

Kelangkaan solar semakin terasa usai adanya kenaikan harga BBM dan tidak kunjung beroperasinya SPBUN, yang diresmikan bupati gresik 3 bulan lalu.

“Para nelayan berharap SPBUN yang diresmikan Bupati Gresik tiga bulan lalu ini, segera dioperasikan, sehingga bisa memenuhi kebutuhan solar nelayan,” tandasnya. 

Video Terkait