Serunya Maelo Pukek, Tradisi Turun-Temurun Menangkap Ikan di Tanah Minang

Ilustrasi maelo pukek (Twitter @kkpgoid)

Penulis: Tanti Malasari, Editor: Dera - Selasa, 27 September 2022 | 08:00 WIB

Sariagri - Secara bahasa, maelo pukek berarti menarik alat tangkap ikan untuk menangkap ikan di laut dengan menggunakan berupa jaring secara bersama-sama. Kegiatan ini merupakan tradisi yang sudah turun temurun dilakukan nelayan yang berada hampir di seluruh pesisir Ranah Minang.

Biasanya tradisi ini dilakukan sejak pagi hari sampai tengah hari atau sekitar jam 12 siang. Namun dalam pelaksanaannya, maelo pukek tidak dapat dilakukan satu atau dua orang. Setidaknya dibutuhkan 5 tenaga laki-laki dewasa untuk bisa melakukan kegiatan ini.

Hal ini dikarenakan jaring pukat yang digunakan memiliki panjang sekitar 100 meter dan tali yang ditarik ada sekitar 400 meter sehingga totalnya sekitar 500 meter. Oleh karena itu diperlukan kerja sama agar tenaga tidak terlalu terkuras habis.

Awal mula sebelum melakukan memacing ini, dipersiapkan peralatan dari alat tangkap. Ember tempat ikan dan perahu untuk menebar jaring pun harus disiapkan dengan sebaik mungkin. Setelah semuanya telah dimasukkan ke dalam perahu, para nelayan akan mendorong perahu untuk berlayar ke tengah laut, setidaknya dengan jarak 100 hingga 200 meter dari bibir pantai menggunakan perahu. Tujuannya adalah agar pukat tidak merusak terumbu karang

Ketika sudah berada di tengah, 2 nelayan yang ada di atas perahu menebar atau membentangkan jaring. Setelah menunggu 15-20 menit masing-masing tali yang terhubung dengan jaring selanjutnya ditarik dari 2 sisi sehingga membentuk setengah lingkaran dari bibir pantai.

Hal ini membuat ikan besar menjadi terjebak di bagian tengah jaring. Sementara ikan-ikan kecil akan terlepas karena ukuran pukat sudah diperhitungkan besaran ikan yang akan ditangkap. Kemudian hasil ikan akan dibagi dengan nelayan yang turut serta dalam maelo pukek, untuk memenuhi kebutuhan protein keluarga selanjutnya sisanya diperjualbelikan. Biasanya ikan yang didapatkan adalah jenis ikan maco dan pinang-pinang.

Punya makna dan daya tarik

Tradisi ini tidak hanya sekadar mata pencaharian biasa, karena pada dasarnya maelo pukek memiliki makna yang mendalam. Pasalnya selain menjaga tradisi turun-temurun, maelo pukek juga menjadi wujud kekompakan para nelayan.

Baca Juga: Serunya Maelo Pukek, Tradisi Turun-Temurun Menangkap Ikan di Tanah Minang
KKP Tegaskan Komitmen Konservasi Raja Ampat

Bahkan, kegiatan maelo pukek juga merupakan salah satu bentuk konservasi menjaga ekosistem laut. Alasannya ikan-ikan yang masuk ke jaring merupakan ikan yang cukup besar dan ikan kecil akan lepas dengan sendirinya.

Selain memiliki makna, maelo pukek juga berpotensi menjadi daya tarik wisata, karena wisatawan domestik maupun mancanegara sangat menyukai wisata atraksi unik ini, yang memberikan pengalaman baru ketika berwisata. Tentunya jika potensi ini dikembangkan lebih jauh oleh pemerintah maka akan membuat roda perekonomian semakin bergerak.

Video Terkait