Gak Cuma Nelayan, Ikan di Kota Ini Juga Wajib Tes COVID-19

Ilustrasi Nelayan. (Sariagri/Antara)

Editor: Dera - Senin, 26 September 2022 | 17:00 WIB

Sariagri - Otoritas Kota Xiamen di Cina memerintahkan para nelayan beserta hasil tangkapannya seperti ikan, udang, kepiting untuk tes swab COVID-19. Meski menuai kontroversi, para pejabat mengaku langkah itu diambil untuk mencegah meluasnya kasus COVID-19 di kota pesisir tersebut.

Sesuai dengan komitmen negara untuk strategi nol COVID-19, pejabat di Xiamen yang merupakan tujuan wisata populer di provinsi pesisir tenggara Cina Fujian mengatakan, tangkapan ikan "harus diuji" dengan pengujian asam nukleat juga, serupa dengan pemeriksaan orang.

South China Morning Post melaporkan, seorang pejabat Biro Pengembangan Kelautan Kota Xiamen mengatakan tes swab perlu dilakukan, baik pada nelayan dan hasil tangkapan mereka, setelah tiba di pantai.

"Kami menguji manusia serta hasil tangkapan mereka pada saat yang sama, uji sampel untuk batch makanan laut yang sama," kata seorang pejabat. 

Gambaran petugas medis yang mengenakan jas hazmat dan mengumpulkan sampel dari mulut ikan hidup untuk tes COVID-19 disiarkan di saluran berita dan menjadi viral di media sosial, belum lama ini.

Laporan TV tentang pekerja yang menguji ikan dan menyeka bagian bawah kepiting serta udang menjadi bahan ejekan dari beberapa orang di media sosial.

"Kupikir ikan tidak punya paru-paru?", komentar seorang penguna di situs media sosial China Weibo.

Sementara yang lain mengatakan bahwa perintah itu menunjukkan COVID-19 tidak mempengaruhi paru-paru tetapi otak.

Menurut komite politik dan hukum distrik Xiamen Jimei, tes untuk hewan laut diperintahkan setelah beberapa dari komunitas nelayan ditemukan melakukan perdagangan ilegal atau kontak dengan kapal luar negeri saat berada di laut, yang mengakibatkan 'impor virus corona” dari negara asing.

Menanggapi kritikan di medsos, para pejabat mengatakan Xiamen bukan kota China pertama yang menjalani tes semacam itu.

“Kami mengambil pelajaran dari Hainan yang menyaksikan wabah serius. Dikatakan bahwa hal itu mungkin dipicu oleh transaksi hasil laut antara nelayan lokal dan rekan-rekan mereka di luar negeri, ”kata seorang pejabat.

Baca Juga: Gak Cuma Nelayan, Ikan di Kota Ini Juga Wajib Tes COVID-19
Diduga Oksigen Menipis, Ribuan Ikan dan Udang Mati Mendadak di Pantai Ini



Hainan, sebuah provinsi pulau di wilayah paling selatan Cina, saat ini sedang memerangi wabah yang disebabkan oleh varian Omicron, dan melaporkan sekitar 14.000 kasus lokal sejak 1 Agustus.

Pemerintah provinsi mengatakan pada konferensi pers, bahwa wabah itu sangat mungkin menyebar akibat perdagangan antara nelayan lokal dan asing. Surat kabar resmi provinsi pulau, Hainan Daily melaporkan bahwa para pekerja medis menguji ikan di atas kapal saat penguncian diberlakukan di seluruh pulau.

Melansir Independent, pada bulan Maret selama wabah COVID-19 terburuk di Shanghai, pekerja medis melakukan tes swab di pasar makanan laut. Tes PCR juga telah dilakukan pada berbagai hewan seperti ayam dan kucing di seluruh China untuk secara ketat mematuhi nol Covid di negara itu, sebuah kebijakan yang telah ditentang oleh banyak warga.

 

Video Terkait