Serunya Ratusan Warga Berburu Ikan 'Mabuk' di Sungai Tulungagung

Warga Berburu Ikan 'Mabuk' di Sungai Tulungagung. (Sariagri/Arief L)

Editor: Dera - Rabu, 21 September 2022 | 14:00 WIB

Sariagri - Ratusan warga dari berbagai pelosok wilayah di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur mencoba memanfaatkan momen flushing dam atau pengurasan air bendungan dengan cara menceburkan diri ke Sungai Boyolangu untuk berburu ikan yang mabuk terseret arus air.

Tradisi yang dikenal dengan sebutan pladu tersebut, bukan semata berniat mencari ikan. Namun juga menjadi hiburan warga yang bergabung untuk menikmati kemeriahan dan keseruan moment tahunan tersebut.

Sepanjang aliran Sungai Boyolangu dipadati ratusan warga, saat pintu dam bendungan yang berada di Desa boyolangu, Kecamatan boyolangu dibuka. Tak hanya kaum pria, warga perempuan juga rela turun ke sungai untuk berburu ikan.

“Ratusan warga, bahkan mungkin jumlahnya seribuan orang turun ke sungai untuk menangkap ikan yang mabuk menggunakan alat tradisional. Ikan muncul ke permukaan akibat kegiatan flusing dam atau pembersihan sediman lumpur sungai,” terang Misaji, juru pengairan kepada Sariagri, Selasa (20/9/2022).

Misaji menambahkan flusing dam biasanya dilakukan sesuai kesepakatan dengan para petani. Tujuannya selain membersihkan endapan lumpur sungai, juga untuk mengurangi debit air di persawahan.

“Umumnya petani minta dam dibuka karena padi akan memasuki musim panen, jadi airnya dibuang. Selain itu juga untuk mengurangi sedimen lumpur di bendungan,” imbuhnya.

Sementara itu, para gogo mania sebutan untuk warga yang gemar berburu ikan di sungai memanfaatkan momen tersebut bisa menghasilkan tangkapan yang lumayan banyak. Kendati demikian, dibandingkan tahun lalu, tangkapan kali ini jauh lebih sedikit.

Baca Juga: Serunya Ratusan Warga Berburu Ikan 'Mabuk' di Sungai Tulungagung
Akibat Banjir, Petani Udang dan Ikan di Kabupaten Demak Terpaksa Panen Dini

“Tahun lalu, hanya dalam waktu tiga jam, saya bisa dapat ikan di sungai ini antara 3 hingga 4 kilogram. Namun kali ini, dari pagi hingga siang paling banyak cuman bisa mengumpulkan ikan satu kilo saja,” beber Muhajir seraya menunjukan ikan hasil tangkapan.

Ia menyebutkan macam ikan yang ditangkap warga antara lain ikan gabus, nila, gurame, udang, bader dan mujaer.

“Kalau bisa setelah pintu dam kembali ditutup, ada yang melakukan penebaran bibit ikan di dam boyolangu. dengan begitu pada saat flushing dam tahun mendatang, ikan yang bisa ditangkap warga bisa lebih banyak lagi dan tradisi pladu menjadi makin meriah,” pungkasnya.

Video Terkait