Miris, Nelayan di Lampung Harus Mengantre BBM Hingga 2 Hari

Nelayan di Lampung kesulitan dapat BBM. (Sariagri/Iwan K)

Editor: Dera - Selasa, 20 September 2022 | 16:45 WIB

Sariagri - Kondisi memprihatinkan dialami para nelayan perahu dan nelayan bagan di Pesisir Bandar Lampung, salah satunya yang ada di Teluk Cungkeng, wilayah Kecamatan Teluk Betung Timur.

Selain mengeluhkan harga BBM naik, mereka juga kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM). Para nelayan mengaku harus bergadang hingga antre selama dua hari demi mendapatkan jatah Solar.

Menurutnya, BBM yang ada di stasiun pengisian bahan bakar khusus nelayan juga dibatasi atau dijatah, masing-masing nelayan hanya mendapat 10 liter. 

“Itu juga kita harus pesan dulu, tidak langsung dapat, jadi kita nunggu bisa sampai dua hari,” ungkap Iwan dan Jamadin, para nelayan di Teluk Cungkeng, pada Senin (19/9/2022)

Padahal, lanjut Iwan, kebutuhan nelayan untuk melaut lebih dari itu. Mereka juga semakin sulit mendapat BBM, karena tidak boleh membeli di stasiun pengisian bahan bakar umum atau SPBU lain.

Untuk menyiasati kebutuhan BBM, para nelayan terpaksa membeli dengan motor di SPBU lalu memindahkannya ke mesin kapal mereka.

Baca Juga: Miris, Nelayan di Lampung Harus Mengantre BBM Hingga 2 Hari
Biaya Operasional Membengkak, Nelayan Keluhkan Kenaikan Harga BBM

Kondisi itu tentu membuat ekonomi mereka morat marit, kebanyakan nelayan tidak bisa melaut. Padahal perekonomian mereka tergantung dari hasil melaut. Nelayan yang tidak melaut terpaksa hanya menyandarkan kapalnya di dermaga sambil memperbaiki jaring yang rusak.

Guna mengatasi kelangkaan BBM yang terjadi sejak sebulan lalu itu, pemerintah didesak untuk segera memberi solusi konkret, supaya nasib nelayan tidak semakin memprihatinkan. 

Pasalnya, nelayan tak hanya terkena imbas kenaikan harga Solar tapi juga kesulitan untuk mendaoatkannya. 

Video Terkait