Simpan Potensi Ragam Hayati, Kawasan Konservasi di Lombok Butuh Perhatian

Penangkaran penyu Kerabat Penyu Lombok. (Sariagri/Yongki)

Editor: M Kautsar - Kamis, 11 Agustus 2022 | 13:15 WIB

Sariagri - Desa Kuranji Dalang, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, NTB menyimpan banyak potensi keanekaragaman hayati. Salah satunya yakni penyu, satwa liar ini harus dilindungi karena memiliki kriteria populasi yang kecil, dan rentan punah.

Kelompok masyarakat pelestari penyu Kerabat Penyu Lombok gencar berupaya untuk melakukan konservasi guna melindungi habitat satwa reptil ini, ada ratusan penyu yang dikelola oleh mereka untuk menjaga ekosistem penyu.

Ketua Kelompok Penyu Lombok, Masnun mengungkapkan Kerabat Penyu Lombok sudah berdiri sejak tahun 2015. Dia mengatakan Masnun selama ini banyak hal yang menjadi kendala dalam pengelolaan konservasi penyu di wilayahnya. Salah satunya, minimnya sarana dan prasarana pengelolaan.

“Dulu hanya ada kolam-kolam tempat pemeliharaan dan menggunakan pagar bambu," kata dia.

Kondisi fisik yang belum memadai seperti belum adanya pagar keliling menyebabkan area penetasan semi alami tidak optimal. Selain itu, kawasan konservasi ini juga belum memiliki bangunan yang bisa difungsikan sebagai tempat edukasi.

Kendati masih banyak kebutuhan untuk mengoptimalkam wilayahnya, Ketua Kelompok Penyu Lombok ini juga mengaku telah banyak menerima bantuan dari berbagai pihak, sehingga tempat konservasi bisa tetap berjalan hingga sekarang. "Sekarang, telah dibantu PLN, kondisi kelompok kami jadi lebih baik,” ujar Masnun. 

Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada PLN yang telah memberikan bantuan dalam rangka upaya pelestarian lingkungan terutama habitat penyu yang ada di sekitar Selat Bali Lombok. “Terima kasih untuk PLN. Kami sangat terbantu sekali. Bantuan ini tentunya akan meningkatkan upaya konservasi penyu, utamanya jenis penyu lekang dan penyu hijau yang akan terus kami kelola," kata dia.

Sementara itu, Senior Manager Keuangan Komunikasi dan Umum PLN NTB, Refa Purwati menjelaskan, pihaknya menyerahkan bantuan di tahun 2022 ini senilai 120 juta, berupa penataan fasilitas penangkaran penyu yang dilakukan dengan cara merevitalisasi bangunan fisik.

Selain itu, untuk mendukung kegiatan wisata edukasi secara berkelanjutan, PLN juga membangun gedung serbaguna serta sarana dan prasarana edukasi di area kawasan, yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa ataupun anak sekolah yang berada di sekitar wilayah.

“Tentunya kami harap bantuan ini dapat memelihara habitat alami penyu, meningkatkan populasi satwa penyu di Kuranji Dalang serta  meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pentingnya upaya pelestarian penyu,” tutur Refa.

Video Terkait