Perluas Jaringan Pasar Ikan Hias Air Tawar, KKP Rancang Strategi

Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono saat membuka Pusat Koi dan Maskoki Nusantara di Raiser Ikan Hias Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (7/3). (Foto: Istimewa)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 8 Agustus 2022 | 22:30 WIB

Sariagri - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Kalikan.id tengah merancang stratregi perluasan jaringan pasar ikan hias air tawar. Hal ini dilakukan guna mendukung produktivitas pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) ikan hias di Indonesia.

"Bisnis ikan hias itu dahsyat, jika berhasil mengelolanya akan menghasilkan multiplier effect, utamanya dampak usaha ikan hias terhadap kemajuan UMKM dan kebutuhan ekspor," ungkap Menteri Trenggono saat beraudiensi dengan manajemen Kalikan.id yang dipimpin oleh Dian Rachmawan di Gedung Mina Bahari IV, Jakarta Pusat, Senin (8/8/2022).

Strategi yang tengah dirancang di antaranya dengan memanfaatkan platform digital Kalikan.id sebagai sarana promosi yang bisa dimanfaatkan para komunitas ikan hias air tawar di Indonesia. Meliputi pembudidaya, pemasar, hingga para penghobi.

KKP bersama Kalikan.id juga berencana menggelar pameran ikan hias air tawar secara rutin dengan melibatkan stakeholder dari dalam dan luar negeri. Pameran perdana rencananya digelar Oktober 2022 di Jakarta, dan selanjutnya digelar di kota-kota sentra UMKM ikan hias air tawar di seluruh Indonesia.

"Di samping strategi pemasarannya, di bagian produksinya juga tentu harus kita perhatikan bersama, bagaimana pasokan pakan karena ini mempengaruhi kualitas ikan-ikan hias yang dihasilkan," terang Menteri Trenggono.

Nilai ekspor ikan hias Indonesia mengalami peningkatan signifikan pada periode tahun 2017–2021, dari USD27,6 juta pada tahun 2017 menjadi USD34,5 juta pada tahun 2021. Tahun 2021,  ekspor ikan hias didominasi oleh ikan hias air tawar sebesar 80,63% atau senilai USD27,8 juta dan sisanya ikan hias air laut sebesar 19,37% atau senilai USD6,7 juta.

Sampai dengan Juni 2022,  nilai ekspor ikan hias mencapai USD17,61 juta dengan volume sebesar 783,95 ton dengan negara tujuan utama Amerika Serikat (11,91%), Jepang (11,58%) dan Taiwan (10,60%). Adapun jenis ikan hias yang paling diminati adalah arwana (super red dan jardini), cupang, botia, koi, maskoki, oscar dan lain-lain.

Sementara itu, Direktur Kalikan.id Dian Rachmawan menjelaskan melalui strategi pameran para pelaku UMKM mendapat kesempatan luas untuk mengeksplorasi manfaat ekonomi dari sofistikasi ikan hias air tawar yang berasal dan keragaman ikan nusantara.

Dia menambahkan, meningkatnya popularitas ikan hias warna-warni seperti ikan mas, ikan koi, guppy, corry catfish, tiger fish, ikan cupang dan ikan arwana untuk kolam dan akuarium di kantor maupun rumah sebagai bagian dari gaya hidup modern, juga diprediksi akan mendorong pertumbuhan bisnis ikan hias air tawar.

"Fakta menariknya, Indonesia itu sumber ikan hias tropis kedua di dunia. Tidak salah kalau kita punya cita-cita besar untuk pengembangan UMKM ikan hias di Indonesia," terangnya.

Baca Juga: Perluas Jaringan Pasar Ikan Hias Air Tawar, KKP Rancang Strategi
KKP Perkuat Jangkauan Pasar Ikan Hias Air Tawar

Sebagai informasi, KKP melalui Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) telah resmi menjalin kerja sama dengan PT Jelajah Inovasi Teknologi sebagai pengelola platform kalikan.id. Penandatanganan kerja sama berlangsung di kantor KKP, Jakarta Pusat pada awal Agustus 2022 lalu.

Ruang lingkup kerja sama yang bertujuan memperkuat akses pasar ikan hias air tawar Indonesia itu meliputi, bersama-sama melakukan pemasaran ikan hias air tawar berbasis online dengan memanfaatkan platform pemasaran daring/e-commerce kalikan.id. Kemudian melakukan penguatan strategi promosi ikan hias air tawar, serta melakukan peningkatan kapasitas pelaku usaha ikan hias air tawar di Indonesia.

Video Terkait