Melihat Potensi Perikanan Indonesia dan Dampaknya bagi Masyarakat

Ilustrasi ikan roa (Wikimedia Commons)

Editor: Putri - Rabu, 3 Agustus 2022 | 19:15 WIB

Sariagri - Wilayah bumi hampir 2/3 wilayahnya adalah perairan. Dengan demikian, potensi laut di bumi ini begitu menjanjikan, terutama Indonesia. Indonesia merupakan negara kepulauan dengan wilayah laut yang lebih luas daripada daratan.

Mengutip situs web Kementerian Kelautan dan Perikanan, Rabu (3/8/2022), Indonesia memiliki sejarah panjang dalam pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya laut dan pesisir.

Mulai dari masa kerajaan Hindu-Buddha seperti Majapahit, kerajaan Islam seperti Samudera Pasai, hingga masa kolonial Belanda dengan Batavia, semua memanfaatkan armada laut.

Jika membicarakan laut, tidak dapat dipisahkan dengan ikan. Menurut KKP, produksi ikan secara nasional mencapai 23,16 juta ton pada 2020. Jumlah tersebut turun 2,93 persen jika dibandingkan pada tahun sebelumnya yaitu sebanyak 23,86 juta ton. Secara rinci, 9,92 juta ton produksi perikanan merupakan rumput laut.

Sementara itu, total estimasi potensi sumber daya ikan di 11 Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) sebanyak 12,01 juta ton per tahun dengan JTB 8,6 juta ton per tahun.

Ikan yang memiliki potensi yaitu ikan demersal, ikan karang, pelagis kecil, cumi, udang penaeid, lobster, rajungan, kepiting dan pelagis besar.

Dengan demikian, perikanan memengaruhi perekonomian sebagian besar masyarakat Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2020, kontribusi sub-sektor perikanan terhadap total PDB Indonesia menurut harga berlaku mencapai 2,80 persen atau meningkat 0,15 persen dibandingkan tahun 2019 yang mencapai 2,65 persen.

Dilihat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020, sub-sektor perikanan termasuk salah satu yang mengalami pertumbuhan positif di tengah pandemi COVID-19, yaitu tumbuh sebesar 0,73 persen meski lebih rendah dibandingkan 2019 yang tumbuh sebesar 5,73 persen.

Konsumsi Ikan di Indonesia

Meski perikanan Indonesia sangat menjanjikan, bukan berarti masyarakat Indonesia rajin makan ikan. Menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada 2020 yang dirilis oleh BPS, rata-rata konsumsi per kapita seminggu untuk jenis ikan dan udang segar mencapai 0,33 kg/kapita/minggu.

Baca Juga: Melihat Potensi Perikanan Indonesia dan Dampaknya bagi Masyarakat
Sleman Tancap Gas Program Budidaya Bioflok Penuhi Pasok Kebutuhan Ikan DIY

Sementara untuk konsumsi ikan dan udang yang diawetkan mencapai 0,04 kg/kapita/minggu atau total konsumsi mencapai 0,37 kg/kapita/minggu.

Menurut worldatlas.com, negara yang jumlah konsumsi ikannya tinggi adalah Cina, Myanmar, Vietnam, dan Jepang. Indonesia berada pada posisi ke-9 di bawah Malaysia.

Video Terkait