185 Kepala Keluarga di Bima Manfaatkan Selokan Jadi Tempat Budidaya Ikan

Budidaya ikan dan kelompok perikanan Penoto'i. (Sariagri/Yongki)

Editor: M Kautsar - Selasa, 2 Agustus 2022 | 11:30 WIB

Sariagri - Ragam cara warga meningkatkan kreativitas mereka untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah, di Kelurahan Penoto'i, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) misalnya, ratusan kepala keluarga (KK) menyulap selokan sebagai tempat budidaya ikan air tawar.

Darusalam, penggagas budidaya ikan dan ketua kelompok perikanan Penoto'i, mengatakan, puluhan tahun selokan atau sungai kecil ini jadi tempat buang sampah. Dengan semangat kebersamaan untuk mengubah lingkungannya, ia mulai merubah tempat tersebut dan mengedukasi masyarakat, untuk memanfaatkan selokan tersebut.

"Alhamdulillah, semua kompak dan kita mulai awal Ramadhan 2022 yang lalu," kata Darussalam, yang juga ketua RT di lingkungannya.

Sekarang ini ada sebanyak 185 KK yang memanfaatkan selokan untuk budidaya ikan air tawar, dan sudah tersebar 200.000 bibit ikan lele dan nila di tempat ini.

Dia mengatakan bahwa target terealisasi dari budidaya ikan baru 10 persen. Ia bercita-cita menjadikan Penatoi sebagai kampung budidaya ikan.

"Ini belum seberapa, masih panjang langkah dan upaya kami menjadikan tempat ini sebagai central penghasil ikan tawar," ungkap Darusalam.

Semangat kreativitas warga ini disambut baik Gubernur NTB Zulkieflimansyah, dia memuji kreativitas yang dilakukan oleh pemuda kelurahan Penoto'i, Darusalam, penggagas budidaya ikan air tawar, yang memanfaatkan selokan yang penuh dengan sampah.

"Ini adalah trobosan yang sangat luar biasa, dilakukan Pak Darusalam bersama kawan-kawan pemuda," ucap Zulkieflimansyah saat melakukan Kunkernya ke Bima dan Dompu, Senin (1/8/2022) di kelurahan Penatoi Kota Bima.

Zulkieflimansyah mengatakan apa yang dilakukan oleh Darusalam harus menjadi contoh bagi masyarakat lain. Tidak hanya di Bima, namun di NTB bahkan seluruh Indonesia.

"Memang untuk merubah sesuatu itu, dibutuhkan semamgat, kerja keras dan kreatifitas, serta kekompakan," kata Zulkieflimansyah.

Oleh sebab itu, Zulkieflimansyah mengimbau kepada Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, bila ada yang membutuhkan bibit dengan kreativitas seperti ini, harus direspon dengan cepat.

Baca Juga: 185 Kepala Keluarga di Bima Manfaatkan Selokan Jadi Tempat Budidaya Ikan
Mengenal Ikan Baung, ‘Nokturnal Air Tawar’ yang Punya Kumis Seperti Lele

Apalagi, yang memanfaatkan lahan tidak produktif, selokan yang awalnya tempat sampah dan berbau. Sehingga hal semacam ini memberi edukasi kepada masyarakat untuk menjaga lingkungannya 

"Terima kasih Pak Wali Kota, Wakil Wali Kota, Pak Sekda dan Kadis Kelautan Prov dan Kota Bima, mohon bila ada program semacam ini, dibantu bibit ikan, dan pengembangannya," ucapnya.

Video Terkait