Tips Pembenihan Belut Menggunakan Drum

Ilustrasi belut (Foto: Pixabay)

Penulis: Triana, Editor: M Kautsar - Kamis, 4 Agustus 2022 | 18:45 WIB

Sariagri - Belut saat ini merupakan salah satu jenis makanan yang banyak diminati. Hal ini karena belut dipercaya memiliki sejumlah protein yang baik untuk tubuh.

Jika dulu, banyak orang yang masih berburu belut di sungai karena populasinya yang masih banyak karena belum tercemarnya habitat asli belut.

Padahal saat ini permintaan akan belut sendiri semakin terus meningkat. Tak heran saat ini banyak sekali orang berprofesi sebagai pembenihan belut. Bagaimana tidak, segmentasi usaha ini tergolong mudah, tidak memerlukan waktu yang lama, dan tentunya menghasilkan cuan.

Selain itun, budidaya di lahan sempit menggunakan drum sebagai wadahnya pun cocok. Modal membudidayakan belut di dalam drum juga tidak terlalu besar.

untuk kamu yang tertarik membudidayakan belut, berikut ini langkah-langkah pembenihan belut di drum.

1. Pilih lokasi usaha yang memiliki sumber air cukup.
2. Siapkan peralatan yang dibutuhkan seperti pompa air, termometer, dan pH kit.
3. Siapkan kolam untuk perawatan induk dan pemijahan belut. Kolam pemijahan dapat dibuat dari drum. Jumlah drum yang dibutuhkan sebanyak 80 buah.
4. Buat media kolam belut bersusun setinggi 80 cm. Mulai dari tanah sawah, cincangan jerami, cincangan gedebog pisang dan biostarter.
5. Masukkan air ke media hingga ketinggian 10 cm dari permukaan media paling atas. Biarkan media selama 1–2 bulan hingga terfermentasi dengan baik.
6. Lakukan seleksi induk jantan dan betina. Pilih induk betina yang panjangnya di bawah 30 cm, sedangkan jantan di atas 40 cm. Perbandingan pemijahan antara induk jantan dan betina 1:2–3.

Usaha pembenihan tidak selalu berjalan mulus. Terkadang, ada pembudidaya yang gagal melakukan pembenihan. Biasanya, kegagalan tersebut disebabkan oleh komposisi media tanam yang kurang tepat.

Kendala lain yang kerap dirasakan oleh pembenih belut ialah tingkat kehidupan benih belut yang masih rendah sehingga tingkat kematian tergolong tinggi.

Dalam urusan pakan, biasanya belut diberikan cacing jenis apa saja, ikan-ikan kecil, kecebong, atau serangga kecil lainya, bisa juga siput atau keong. Untuk siput atau keong sebaiknya dibuang cangkangnya dan dicacah kecil-kecil baru diberikan.

Pakan diberikan satu hari sekali pada sore hari karena biasanya belut makan pada saat petang menjelang malam. Untuk takaranya bisa menggunakan filling, Apabila belut masih terlihat lapar boleh ditambah lagi.

Baca Juga: Tips Pembenihan Belut Menggunakan Drum
5 Jenis Makanan Belut yang Bagus untuk Pertumbuhan agar Cepat Panen

Nah, masuk kemasa panen, biasanya membutuhkan waktu sekitar 3-4 bulan. Memanen belut yang dibudidayakan dalam drum bisa dilakukan dengan panen sebagian atau panen total.

Panen sebagian adalah panen yang hanya mengambil belut berukuran besar saja. Belut-belut yang ukurannya masih kecil dibiarkan dalam drum agar bisa dipanen di periode berikutnya. Panen total berarti memanen semua belut yang ada di dalam drum baik yang kecil ataupun yang besar.

Video Terkait