Jadi Hewan Invasif, Kepiting Hijau Ini Dibuat Jadi Wiski

Wiski berbahan dasar kepiting hijau. (Oddity Central)

Editor: M Kautsar - Rabu, 20 Juli 2022 | 18:45 WIB

Sariagri - Kepiting hijau adalah hama invasif yang tiba di kapal dagang di Amerika Serikat dari Eropa pada abad ke-19 dan telah menyebar ke seluruh AS bagian timur, khususnya di New England. 

Kepiting hijau betina dapat menghasilkan lebih dari 175.000 telur selama hidup mereka, spesies ini dapat dengan cepat menguasai lingkungan tempat mereka tinggal, menyebabkan banyak kerusakan pada ekosistem lokal.

Untuk membantu mengurangi jumlah mereka, dilaporkan Earth, Tamworth Distilling, penyulingan New Hampshire yang mengkhususkan diri dalam berbagai minuman beralkohol, menemukan solusi yang mengejutkan dan inovatif: mereka mulai menggunakan kepiting untuk menghasilkan wiski hijau rasa kepiting.

“Mereka mungkin salah satu spesies invasif paling sukses yang kita miliki di Amerika Utara, setidaknya di dunia kelautan,” kata Gabriela Brandt, ahli biologi kelautan dan pakar perikanan di University of New Hampshire. 

“Satu kepiting bisa makan sekitar 40 kerang sehari,” kata dia.

Menurut Will Robinson, pengembang produk penyulingan, untuk membuat wiski "Crab Trapper", kepiting awalnya dibersihkan dan disiapkan seperti kepiting yang digunakan untuk memasak. Setelah membuat kaldu kepiting, para ahli menyaringnya menggunakan alat vakum dan selanjutnya mencampurnya dengan rempah-rempah seperti biji sesawi, ketumbar, dan kayu manis. Pada langkah terakhir, zat ini dikombinasikan dengan bourbon.

“Ini terlihat seperti peralatan laboratorium yang gila,” kata Robinson. “Orang-orang akan mendengar wiski kepiting, dan saya berani mengatakan tiga perempat dari mereka akan menjawab, 'Tidak, sama sekali tidak.’” 

Tapi jika kamu bisa membuat mereka mencicipinya, orang-orang akan merasakan kenikmatannya.

Karena setiap botol wiski mengandung sekitar satu pon kepiting hijau, satu penyulingan saja tidak akan mengurangi populasi mereka yang sangat banyak. Namun, inisiatif kreatif ini dapat membantu meningkatkan kesadaran tentang hama ini dan besarnya kerusakan yang ditimbulkannya, dan mungkin memunculkan upaya kreatif lainnya untuk mengurangi jumlahnya.

Menurut Profesor Brand, wiski hanyalah "pengait" untuk memberi tahu orang-orang. “Dan semakin banyak orang mendengarnya, maka kita akan mendapatkan lebih banyak orang yang mungkin memiliki ide yang sangat hebat dan inovatif yang belum pernah kita sentuh,” pungkasnya.

Video Terkait