Tradisi Unik, Serunya Balapan Perahu Nelayan di Probolinggo

Balapan perahu sudah menjadi tradisi nelayan di kampung pesisir Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. (Sariagri/Arief L)

Editor: Arif Sodhiq - Minggu, 17 Juli 2022 | 19:00 WIB

Sariagri - Balapan perahu sudah menjadi tradisi nelayan di kampung pesisir Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur sejak beberapa tahun lalu. Usai menggelar selamatan desa nelayan, para nelayan saling adu kecepatan menggunakan perahu fiber di Pantai Darmo, Dusun Brak, Desa Banjasari.

Menurut Ketua panitia balapan perahu fiber, Muhammad Saturi, ajang ini merupakan yang ke-17  digelar secara resmi. Sebelumnya adu balapan perahu hanya menjadi hiburan saja. Kini tradisi itu juga bisa menjadi kegiatan yang mampu menarik wisatawan.

“Tak hanya warga sekitar yang datang menonton. Namun yang penasaran justru banyak dari kalangan wisatawan luar kota,” ujar Muhammad Saturi kepada Sariagri.id beberapa waktu lalu.

Saturi mengatakan lomba balap perahu nelayan merupakan rangkaian tradisi petik laut di desanya. Ajang ini juga bertujuan mempererat tali silaturahmi antar warga, khususnya para nelayan.

"Total ada 60 peserta yang mengikuti acara balap perahu ini, dan domisili peserta semua warga Kabupaten Probolinggo," katanya.

Dia menjelaskan perlombaan ini terbagi dua kategori A dan B berdasarkan ukuran panjang perahu.

“Perahu yang ukuran panjangnya mencapai 6,2 meter dan lebar 90 centimeter masuk dalam kategori kelas B. Sedangkan dibawah ukuran itu masuk kelas A,” katanya.

Sedangkan tiap race diisi enam peserta dengan tiga lap atau putaran. Total jarak yang ditempuh sejauh 9 kilometer. Peserta yang dapat menyentuh garis finish lebih dulu akan bertanding kembali pada perlombaan selanjutnya sampai merebut gelar juara.

"Untuk hadiahnya ada sepeda dan barang elektronik, yang dibeli dari hasil iuran para nelayan. Sisanya dibantu donatur dan sponsor," katanya.

Baca Juga: Tradisi Unik, Serunya Balapan Perahu Nelayan di Probolinggo
Nelayan dan Wisatawan di Probolinggo Terganggu dengan Hadirnya Ubur-ubur

Saturi berharap Pemkab Probolinggo memperhatikan dan menjadikan tradisi ini sebagai progam tahunan.

Salah seorang peserta balap perahu nelayan, Ahmad Faisol mengaku sudah mempersiapkan diri sebelum perlombaan. Saking antusiasnya tim harus membeli kapal berbahan fiber dengan mesin penggerak berkapasitas 6,5 PK dan dimodifikasi kembali.

"Rata-rata kecepatan kapal menyentuh angka 80-100 km/jam. Mudah-mudahan tim kami dapat menyabet gelar juara," harapnya.

Sementara itu, salah seorang penonton, Halimah mengatakan dirinya selalu hadir setiap lomba digelar. Menurut dia, lomba balap perahu nelayan merupakan hiburan yang patut dilestarikan.

"Yang seru itu ketika peserta saling menyalip. Saya sama penonton lainnya langsung bersorak memberi dukungan," katanya.

Video Terkait